Datadog menawarkan aneka kapabilitas untuk penyedia layanan streaming. Beberapa kapabilitas yang dikemukakan Datadog untuk penyedia layanan streaming tersebut adalah data telemetri terpadu dari pemutar hingga server asal, integrasi secara mulus dengan platform QoE (quality of experience) terkemuka, DEM (digital experience monitoring), korelasi antara multiperangkat dan multi-CDN, deteksi anomali yang ditenagai AI, serta dasbor dan SLO (service level objective) bersama.
Datadog menjelaskan data telemetri terpadu dari pemutar hingga server asal membolehkan visibilitas penuh akan seluruh lapisan distribusi dan pengalaman; integrasi secara mulus dengan platform QoE terkemuka memungkinkan diagnosis yang lebih cepat tanpa perlu mengubah alur kerja yang sudah ada; sedangkan DEM membolehkan deteksi dini masalah yang berdampak pada pemirsa.
Sementara itu. korelasi antara multiperangkat dan multi-CDN memungkinkan optimalisasi kualitas dan pengiriman yang konsisten; deteksi anomali yang ditenagai AI membolehkan respons yang lebih cepat, MTTR (mean time to repair) yang lebih rendah, dan churn yang lebih sedikit; serta dasbor dan SLO bersama memungkinkan akuntabilitas yang jelas dan keselarasan di antara produk, SRE (site reliability engineering), dan operasional.
Dengan bantuan Datadog, Vidio bisa memahami kondisi dari sistem, termasuk aneka masalah yang terjadi, untuk kemudian mengambil langkah-langkah yang memastikan layanan Vidio relatif selalu tersedia dengan kualitas yang baik bagi para pengguna. Perihal pemanfaatan Datadog ini mencakup persiapan sebelum Vidio menyiarkan suatu acara besar seperti FIFA World Cup 2022.

Salah satu fitur Datadog yang dikedepankan Vidio adalah Watchdog. Datadog mengungkapkan Watchdog adalah mesin AI Datadog yang memberikan para perusahaan yang menggunakan berbagai peringatan otomatis, insight, dan analisis akar masalah memanfaatkan data observabilitas dari seluruh platform Datadog. Datadog Watchdog secara terus-menerus menganalisis pola-pola pada seluruh streaming stack untuk mendeteksi aneka anomali sebelum hal tersebut memengaruhi para pengguna.
Vidio menyebutkan Datadog Watchdog memberikan berbagai peringatan akan masalah yang terjadi sehingga membolehkan Vidio untuk melihat masalah-masalah ini dengan cepat dan mengambil langkah-langkah yang sesuai. Aneka peringatan itu bukan hanya menunjukkan eror pada suatu bagian, melainkan juga korelasi dengan bagian-bagian lain. Hal ini misalnya tidak hanya membolehkan Vidio untuk melihat secara cepat adanya sejumlah server pada suatu area yang mulai mengalami masalah, melainkan juga bagian-bagian lain yang terkena dampaknya—bila ada. Begitu pula dengan drift—layanan yang memburuk seiring waktu.
Bukan hanya peringatan, Vidio pun mengatakan Datadog Watchdog memberikan berbagai rekomendasi untuk ditinjau dan ditindaklanjuti. Datadog Watchdog contohnya memberikan rekomendasi untuk melakukan restart terhadap suatu basis data untuk mengaplikasikan beberapa patch keamanan siber. Vidio kemudian bisa meninjau rekomendasi ini untuk menilai perlu tidaknya dilakukan serta melihat dampak-dampaknya bila dilaksanakan seperti perkiraan lamanya downtime. Vidio selanjutnya bisa memutuskan apakah restart dilakukan atau tidak dan kapan waktu yang tepat melaksanakannya bila memutuskan dilakukan.
“Kalau kita buka saja home page, Anda tahu, ini hanya berbagai rekomendasi Watchdog. Tidak ada anomali saat ini, tetapi, tetapi seperti ini adalah rekomendasi-rekomendasi Watchdog yang mengatakan, Anda tahu, hal-hal ini perlu ditinjau seiring berjalannya waktu,” ungkap Tommy. “Kami sebelumnya punya sebuah basis data yang perlu di-restart untuk sejumlah patch keamanan, dan jadi kami tahu hal itu akan menyebabkan downtime selama 20 menit, ya? Tapi kami melakukannya seperti jam 4 pagi, ya, saat layanan sedang rendah.”

Mencapai Uptime 99,99%
Tidak hanya memanfaatkan Datadog dan aneka perkakas lain, Vidio juga mengeklaim memiliki budaya postmortem yang tidak menyalahkan. Jadi, sesudah terjadi masalah, sewajarnya yang signifikan, Vidio melakukan postmortem akan masalah tersebut tanpa menyalahkan entitas mana pun. Hal ini membantu Vidio untuk mencegah masalah yang sama terjadi lagi pada kemudian hari.
Pada FIFA World Cup 2022 misalnya, Vidio sempat mengalami masalah saat banyak sekali yang membeli paket Vidio yang akan membolehkan mereka menonton FIFA World Cup 2022 pada saat menjelang FIFA World Cup 2022 tersebut mulai berlangsung. Layanan Vidio untuk mendaftar dan kemudian membayar mengalami gangguan selama 9 menit akibat beban tinggi ini yang membuat pembelian tidak bisa dilakukan. Vidio sudah menemukan sumber masalah yang dimaksud dan telah siap menghadapi kondisi serupa pada masa selanjutnya.
Vidio pun menekankan, pada FIFA World Cup 2022, selain masalah pembelian selama 9 menit, tidak ada masalah signifikan lain. Para pelanggan yang hendak dan sedang menonton konten Vidio contohnya tetap bisa melakukan dengan baik. Sepanjang FIFA World Cup 2022 tersedia di Vidio, Vidio mengeklaim ada sebanyak lebih dari 262 juta play dengan 7,3 juta play untuk pertandingan final, yang bisa dibilang berjalan dengan baik.
Dengan sedikit gangguan tersebut, Vidio menyebutkan pada masa FIFA World Cup 2022 berlangsung, Vidio memiliki uptime sekitar 99,98%. Menggunakan Datadog sejak tahun 2016, Vidio sebelumnya menyebutkan memiliki uptime 99,99% yang sewajarnya merupakan uptime umum Vidio. Keduanya menegaskan Vidio berhasil mencapai uptime yang baik.
