Memastikan layanan yang diberikan selalu tersedia dan dengan kualitas yang baik adalah hal yang vital bagi penyedia layanan, termasuk layanan OTT. Begitu pula dengan Vidio, apalagi ketika menyiarkan siaran langsung video. Dengan bantuan Datadog, Vidio menegaskan bisa menghadirkan layanan yang relatif selalu tersedia dengan kualitas yang baik, termasuk saat menyiarkan siaran langsung aneka pertandingan olahraga populer. Hal ini diungkapkan Tommy Sullivan (Chief Technology Officer Vidio) ke Zona TI di kantor Vidio di Jakarta belum lama ini.
Menjelaskan dirinya sebagai platform OTT (over the top) penyedia layanan streaming terlengkap di Indonesia; Vidio menyebutkan memiliki 5 juta pelanggan, rata-rata lebih dari 40 juta pengguna aktif bulanan, serta lebih dari 30 juta penonton live stream bulanan. Sejumlah konten di Vidio memang bisa ditonton secara gratis. Khusus tahun 2025, Vidio menyebutkan pula kontennya dikonsumsi sebanyak 55 miliar menit sepanjang tahun. Dengan 525.600 menit dalam setahun, berarti rata-rata ada sekitar 104.642 konsumsi setiap saat.
Ketika Vidio menghadirkan acara olahraga populer seperti FIFA World Cup 2022 dan Tokyo 2020 (Olimpiade Musim Panas 2020), Vidio mengatakan jumlah pemirsa mengalami peningkatan. Pola konsumsi juga cenderung berfluktuasi. Vidio mengatakan jumlah penonton saat periode puncak mencapai sebelas kali lebih tinggi dari biasa. Vidio mengungkapkan permintaan bisa melonjak dari beberapa ribu per detik ke lebih dari 500.000 per detik. Bahkan pada pertandingan terakhir FIFA World Cup 2022, Vidio menyebutkan 4,9 juta orang datang ke platformnya. Hal-hal ini menghadirkan tantangan yang lebih tinggi.

Vidio pun mengarisbawahi para pelanggan memiliki keinginan utama berupa bisa memainkan konten yang dikehendaki dengan baik. Sebagai entitas yang berfokus kepada para pelanggan, Vidio tentunya perlu untuk memastikan keinginan dari para pelanggan tersebut terpenuhi. Dengan kata lain adalah sangat penting bagi Vidio untuk memastikan layanan yang diberikan relatif selalu tersedia dan dengan kualitas yang baik.
“Kami perlu untuk fokus pada hal utama yang diinginkan para pelanggan kami. Mereka ingin datang, mereka ingin bisa memainkan (konten),” sebut Tommy. “Segala hal lain adalah suatu gangguan, dan, dan semua gangguan tersebut berpotensi mengganggu pengalaman mereka, dan kami ingin memberikan pengalaman terbaik yang dimungkinkan.”
Adapun arsitektur Vidio, alur Vidio untuk VOD (video on demand) bisa dilihat pada Gambar 1. Sederhananya, ketika suatu pelanggan meminta konten VOD, bila konten ini tersedia pada CDN (content delivery network), konten tersebut akan diambil dari CDN dan diberikan ke perangkat pelanggan yang dimaksud. Namun; bila konten yang diminta sang pelanggan tidak tersedia di CDN; konten bersangkutan akan diambil dari pusat data cloud, di-transcode di pusat data cloud, diberikan ke CDN, lalu diberikan ke perangkat pelanggan tersebut.
Sementara itu, untuk siaran langsung video, alurnya bertambah. Pada siaran langsung seperti siaran langsung FIFA World Cup 2022, Vidio terlebih dahulu mendapatkan live stream-nya via satelit. Live stream ini kemudian di-transcode di pusat data on-premises lalu diberikan ke pusat data cloud. Selanjutanya dari pusat data cloud hingga ke perangkat pelanggan bisa dibilang serupa dengan VOD.

Vidio sendiri menggunakan Google Cloud Platform sebagai pusat data cloud—pusat data utama. Adapun CDN, Vidio mengutarakan memanfaatkan beberapa vendor, yakni Akamai, Conversant, dan Google Cloud.
Dengan 5 juta pelanggan, rata-rata lebih dari 40 juta pengguna aktif bulanan, lebih dari 30 juta penonton live stream bulanan, serta sekitar 4,58 miliar menit konsumsi konten bulanan (tahun 2025); sistem yang harus dikelola Vidio untuk memberikan layanan yang relatif selalu tersedia dengan kualitas yang baik adalah kompleks.
“Jadi, pada dasarnya tantangannya, adalah seperti, memastikan para server tetap berjalan, tetapi [juga] memastikan para pengguna senang, karena kalau server-server Anda berjalan dan para pengguna tidak senang, Anda tetap punya masalah,” tegas Tommy.
Memastikan Layanan yang Baik
Vidio mengungkapkan menggunakan bantuan Datadog dalam mengelola sistem yang dimaksud untuk memastikan dirinya bisa memberikan layanan yang relatif selalu tersedia dengan kualitas yang baik. Mengutip Datadog, Datadog menyebut dirinya sebagai platform observabilitas dan keamanan yang ditenagai AI (artificial intelligence). Datadog mengeklaim menawarkan visibilitas yang terpadu akan seluruh technology stack untuk mengelola kompleksitas dalam skala besar.
Spesifik untuk penyedia layanan streaming, Datadog mengeklaim menyediakan kemampuan observabilitas menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi streaming, yang menghubungkan pengalaman penonton, kinerja distribusi, dan keandalan backend ke dalam satu platform terpadu untuk mengubah pemantauan yang terpisah-pisah menjadi observabilitas yang lengkap dan bisa ditindaklanjuti. Datadog memungkinkan suatu platform OTT penyedia layanan streaming untuk mendeteksi dan mengatasi berbagai masalah sebelum berdampak pada para pelanggan.
