Cloudera: Data Tepercaya adalah Fondasi untuk Menjalankan AI Tepercaya di Mana Saja

Cloudera pada EVOLVE Forum yang diselenggarakan di Jakarta belum lama ini menegaskan dua hal: data tepercaya adalah fondasi AI (artificial intelligence) tepercaya serta perlunya AI untuk berjalan di mana saja. Cloudera meyakini hal tersebut membolehkan para organisasi, termasuk di Indonesia, mendapatkan hasil yang baik dari pemanfaatan AI. Sebagai platform hibrida untuk data dan AI, Cloudera memastikan bisa membantu para organisasi menghadirkan data tepercaya maupun menjalankan AI di mana saja tesebut.

Sejumlah pihak memang menyebutkan AI sebagai data plus komputasi dus kualitas dari AI bergantung pada kualitas dari data. Sejumlah organisasi pun memerlukan data tertentu untuk senantiasa berada di lokasi tertentu, misalnya di pusat data on-premises dan tidak keluar ke lokasi lain seperti cloud, dus AI perlu untuk bisa dibawa ke data di mana saja—AI perlu untuk bisa berjalan di mana saja: cloud, pusat data on-premises, dan edge.

“Kami sangat yakin bahwa agar para pelanggan bisa memperoleh manfaat dari data, mereka perlu memiliki suatu fondasi yang kokoh dalam manajemen data,” kata Remus Lim (Senior Vice President, Asia Pacific and Japan, Cloudera). “Kami sangat yakin bahwa jika AI Anda, Anda, Anda ingin memercayai AI Anda, Anda harus memercayai data Anda, ya. Seperti pepatah yang mengatakan, ‘garbage in, garbage out’, ini adalah hal yang sama.”

“Dan AI harus bisa dijalankan di mana saja, ya. Sering kali, beberapa pelanggan perlu membawa data ke AI. Kami percaya kita sebaiknya membawa AI ke data, ya, di berbagai platform komputasi,” lanjut Remus. “Banyak pelanggan kami yang memiliki data yang banyak, secara khusus adalah organisasi dengan regulasi yang ketat, seperti para bank, perusahaan telekomunikasi, publik, sektor publik, lembaga-lembaga pemerintah, ya. Jadi, kemampuan untuk mengelola data tersebut [sangat penting].”

Pilar-Pilar Cloudera

Cloudera mengatakan memiliki empat pilar yang membuatnya bisa membantu para organisasi melakukan hal-hal yang dimaksud. Pertama adalah platform tunggal, deploy di mana saja. Kedua adalah manajemen dan governance data untuk seluruh data estate. Ketiga adalah pengembangan aplikasi AI dan ML untuk mengakselerasi time to value. Keempat adalah performa, skalabilitas, keamanan, kemudahan penggunaan.

“Kita coba lihat empat pilar yang menjadi fokus Cloudera saat ini gitu ya, karena teman-teman kan aware nih, ketika kita berbicara use case, apalagi yang terkait dengan AI, itu kan dinamis ya, perkembangannya cepat banget,” sebut Rudy Tanuwidjaja (Senior Solutions Engineer, Cloudera Indonesia).

Platform tunggal, deploy di mana saja maksudnya Cloudera mengeklaim membolehkan para organisasi untuk melakukan deployment beban kerja, seperti AI, di mana saja: cloud, on-premises, edge, multi-cloud, dan hibrida. Cloudera juga menekankan membolehkan para organisasi untuk memiliki portabilitas beban kerja dan observabilitas pada seluruh lingkungan komputasi.

Empat pilar Cloudera.
Empat pilar Cloudera. (Dok. Cloudera)

Manajemen dan governance data untuk seluruh data estate merujuk pada Cloudera yang menyebutkan membolehkan para organisasi untuk melakukan manajeman dan governance terhadap seluruh data estate mereka untuk data yang tepercaya; sumbernya dari mana, lineage-nya seperti apa, kualitasnya seperti apa. Cloudera mengatakan menyediakan unified data platform sebagai fondasi bagi para organiasasi untuk membangun aneka model penggunaan data, seperti AI, supaya model-model penggunaan ini memberikan hasil.

Pengembangan aplikasi AI dan ML untuk mengakselerasi time to value maksudnya Cloudera mengeklaim menyediakan berbagai kapabilitas yang membolehkan para pengembang membangun, melatih, men-deploy, serta mengelola aplikasi-aplikasi AI dan ML secara cepat dus mengakselerasi waktu yang diperlukan para organiasi hingga mendapatkan manfaat. Dengannya, Cloudera menyebutkan para organisasi bisa secara cepat membuat prototipe, melakukan pengujian, pemantauan, dan deployment aplikasi-aplikasi AI dan ML.

Performa, skalabilitas, keamanan, kemudahan penggunaan merujuk pada Cloudera yang mengatakan membolehkan para organisasi untuk menggunakan platform yang memiliki performa, skalabilitas, keamanan siber, dan kemudahan penggunaan yang mumpuni. Penggunaan ini bisa untuk aneka beban kerja, termasuk AI. Cloudera memastikan pula para organisasi tetap mendapatkan karakteristik yang sama untuk data berskala besar.

Sejalan dengan empat pilarnya, selain menawarkan aneka produk, Cloudera pun memastikan mendukung berbagai peranti keras dan infrastruktur populer seperti Intel. AMD. NVIDIA, AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure. Begitu pula peranti lunak populer seperti PyTorch, XGBoost, dan NVIDIA NIM.

Aneka Tantangan Pemanfaatan AI

Cloudera menambahkan keempat pilar tersebut membantu menjawab berbagai tantangan yang umum dihadapi para organisasi dalam mememanfaatkan AI. Terdapat empat tantangan umum dalam mememanfaatkan AI yang dikedepankan Cloudera. Kempatnya adalah keamanan dan sovereignty, risiko kebergantungan, jebakan token dan biaya yang meningkat, serta gap prototipe.

Keamanan dan sovereignty maksudnya bagaimana para organisasi memastikan keamanan siber dan sovereignty dari pemanfaatan AI yang dilakukan. Cloudera mengemukakan bisa menjawab tantangan ini dengan membolehkan para organisasi memanfaatkan private AI. Seperti telah disebutkan, Cloudera mengeklaim membolehkan AI untuk dibawa ke data di mana saja. Cloudera membolehkan para organisasi membawa AI ke pusat data on-premises mereka dan menjalankannya di sana.

Risiko kebergantungan merujuk pada bagaimana para organisasi mencegah kebergantungan terhadap vendor tertantu dalam pemanfaatan AI. Dalam hal ini, Cloudera merujuk pada model AI. Cloudera mengungkapkan merupakan platform yang bersifat terbuka sehingga mendukung berbagai model AI dus mencegah para organisasi mengalami kebergantungan terhadap model AI tertentu. Para organisasi bisa memilih model-model AI yang diinginkan dan mengantinya dengan model-model AI lain di kemudian hari.