“Buat apa Anda login ke Salesforce lagi?” Pertanyaan ini diajukan secara lantang oleh Co-founder Salesforce Parker Harris sebulan lalu. Bukan untuk memprovokasi, tetapi sebagai arahan.
Selama 25 tahun, menggunakan Salesforce berarti bekerja di dalam Salesforce. Bayangkan seorang staf layanan pelanggan membuka konsol, mengklik sebuah kasus, kemudian memperbarui statusnya secara manual. Seorang manusia yang mengoperasikan sebuah platform untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Namun, dalam Agentic Enterprise, manusia bukan satu-satunya operator yang menjelajahi platform. Agen AI juga melakukannya, dan mereka tidak perlu membuka peramban internet (browser) atau mengklik berbagai antarmuka pengguna. Mereka dapat langsung mengirimkan permintaan ke API, menjalankan perkakas MCP, dan mengeksekusi perintah CLI.
Jadi, dua setengah tahun lalu, kami memutuskan untuk membangun ulang Salesforce untuk penggunaan oleh agen AI. Alih-alih menyembunyikan kapabilitas di balik antarmuka pengguna, kami menampilkannya secara terbuka agar seluruh platform dapat diprogram dan diakses dari mana saja. Jika platform Anda masih mengandalkan manusia untuk mengeklik berbagai antarmuka pengguna atau untuk menulis kode guna mencapai suatu keluaran, artinya platform itu belum siap untuk Agentic Enterprise.
Dan hari ini, kami memperkenalkan hasil dari inisiatif tersebut, yakni Salesforce Headless 360. Segala kapabilitas yang paling dibutuhkan oleh agen AI Anda kini tersedia sebagai API, perkakas MCP, maupun perintah CLI, sehingga manusia dan agen AI—selanjutnya disebut agen—dapat merancang, menerapkan, dan menghadirkan pengalaman di berbagai platform. Revolusi ini mencakup seluruh ekosistem yang telah dibangun oleh Salesforce, mulai dari proses penyelesaian kasus dukungan pelanggan hingga alur kerja yang membantu tim penjualan menuntaskan transaksi.
Salesforce Headless 360 menghadirkan tiga inovasi mutakhir:
- Perkakas baru dan keterampilan coding MCP yang memungkinkan agen pemrograman (coding) memiliki akses penuh ke platform Anda
- Lapisan pengalaman baru yang menghadirkan interaksi kaya yang terasa alami sesuai dengan platform yang digunakan, apakah itu Slack, Voice, atau WhatsApp
- Perkakas baru yang memberikan Anda kendali atas perilaku agen dalam proses produksi, baik sebelum maupun sesudah diluncurkan
Salesforce adalah platform yang mendukung kolaborasi antara manusia dan agen, baik melalui aplikasi Customer 360, Slack, Headless 360, maupun antarmuka lainnya. Kini, agen dapat mengelola aplikasi, alur kerja, dan logika bisnis Anda, serta secara otomatis memperoleh seluruh kapabilitas tersebut tanpa perlu membangunnya dari awal. Baik manusia maupun agen membutuhkan hal yang sama: data, alur kerja, dan lapisan kepercayaan. Antarmuka bisa berubah, tapi platformnya tetap sama.
Bangun Sesuai Keinginan Anda
Bagi para pengembang, konsep “headless” berarti Anda dapat mengembangkan aplikasi di Salesforce dengan cara apa pun yang Anda inginkan. Tersedia lebih dari 60 perkakas MCP baru dan lebih dari 30 keterampilan pemrograman yang telah dikonfigurasi sebelumnya, yang memberikan kepada agen coding Anda akses langsung dan lengkap ke seluruh platform, termasuk semua data, alur kerja, dan logika bisnis Anda, langsung di dalam agen coding yang sudah Anda gunakan seperti Claude Code, Cursor, Codex, Windsurf, dan lainnya.
Kemampuan yang sama dihadirkan secara native ke dalam Salesforce oleh Agentforce Vibes 2.0, dengan menambahkan pemahaman menyeluruh terhadap organisasi sejak awal, dukungan multimodel termasuk Claude Sonnet dan GPT-5, serta mitra pengembangan AI yang memahami bisnis Anda, bukan sekadar kode Anda.
Sementara, DevOps Center MCP menghadirkan akses terprogram yang sama ke dalam pipeline CI/CD Anda. Ketersediaan Natural Language DevOps memberikan Anda kemampuan untuk mendeskripsikan apa yang ingin Anda bangun, kemudian biarkan agen Anda menangani eksekusinya. Siklus yang sebelumnya memerlukan peralihan konteks di antara empat perkakas yang berbeda kini terjadi dalam satu pengalaman yang terintegrasi, memangkas waktu siklus hingga 40%.
Dan, bagi para pengembang yang ingin memiliki kendali penuh atas lapisan visual, dukungan React bawaan memungkinkan Anda untuk membangun antarmuka dan pengalaman yang sepenuhnya disesuaikan dengan memanfaatkan seluruh kemampuan platform yang ada—apa pun bahasa desain, model interaksi, atau ekspresi merek yang digunakan.
Dalam Agentic Enterprise, Percakapan adalah Antarmukanya
Tujuannya sederhana: pekerjaan yang sebelumnya mengharuskan orang keluar dari percakapan kini dapat diselesaikan langsung di dalam percakapan tersebut. Bukan hanya pertukaran pesan teks, tetapi juga persetujuan, pengambilan keputusan, data yang kaya, hingga alur kerja lengkap—semuanya ditampilkan langsung di dalam kanal yang sudah digunakan oleh tim Anda sehari-hari. Inilah yang dimaksud dengan percakapan sebagai antarmuka. Dalam konteks ini, kian banyak percakapan terjadi di Slack. Jumlah agen custom di Slack telah meningkat 300% sejak Januari, dan Slackbot kini menjadi pintu masuk menuju Agentic Enterprise.
Inilah pula alasan kami membangun Agentforce Experience Layer. Beberapa pekerjaan membutuhkan lebih dari sekadar teks. Ada kartu yang perlu disetujui, alur kerja yang harus diselesaikan, atau keputusan yang perlu diambil.
Experience Layer adalah layanan antarmuka pengguna baru yang memisahkan apa yang dilakukan agen dari bagaimana agen tersebut ditampilkan. Dengan demikian, agen Anda dapat menghadirkan komponen interaktif yang kaya seperti kartu status penerbangan, alur kerja pemesanan ulang, panel keputusan, dan tampilan data. Komponen-komponen tersebut ditampilkan secara native di Slack, serta di Mobile, ChatGPT, Claude, Gemini, Teams, maupun klien lain yang mendukung aplikasi MCP. Anda cukup membangun sekali, lalu tampilkan di mana pun orang-orang Anda bekerja.
“Di Indeed, misi kami adalah membantu orang mendapatkan pekerjaan, dan makin cepat kami berinovasi, makin cepat pula kami dapat menghubungkan pencari kerja dengan peluang yang tepat serta pemberi kerja dengan talenta yang tepat. Dengan membangun di atas Agentforce, kami dapat memberikan akses langsung bagi agen coding ke seluruh platform kami, langsung dari dalam perkakas yang sudah kami gunakan sehari-hari, sehingga kami dapat bergerak cepat dari ide menuju implementasi. Dipadukan dengan mekanisme pengendalian yang tepat serta praktik human-in-the-loop, kami dapat memperoleh hasil dengan lebih cepat, eksekusi yang lebih konsisten, dan jalur yang jauh lebih jelas dari tahap eksperimen menuju dampak nyata di lingkungan produksi.” jelas Oliver Bodden (Senior Product Manager di Indeed).
Bangun Agen yang Dapat Dipercaya pada Skala Besar
Meluncurkan sebuah agen adalah hal yang mudah. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan agen tersebut akan berperilaku sesuai dengan yang Anda rancang, secara konsisten dan andal, dalam berbagai skenario, bahkan berminggu-minggu setelah peluncuran. Di sinilah sebagian besar perusahaan menghadapi kesulitan.
