Xendit: Opsi Metode Pembayaran adalah Penting pada Pembelanjaan Daring

7. Menyediakan Opsi Metode Pembayaran yang Luas adalah Tidak Mudah

Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 menunjukkan para pelaku bisnis e-commerce di Asia Tenggara menyadari pentingnya menyediakan opsi metode pembayaran yang luas terhadap bisnis. Xendit mengemukakan 62% pemimpin bisnis yang disurvei dan mengadopsi kode QR juga menyatakan opsi metode pembayaran yang luas adalah sangat penting untuk pendapatan. Lebih lanjut, Xendit menyebutkan 92% responden menyatakan opsi metode pembayaran adalah penting atau sangat penting untuk pertumbuhan. Xendit pun menambahkan 36% responden mengatakan mereka akan kehilangan penjualan tanpanya.

Namun, Xendit menegaskan para konsumen e-commerce di Asia Tenggara menghendaki beragam opsi metode pembayaran seperti kode QR, dompet digital, transfer bank, paylater, dan kartu kredit. Begitu pula dengan popularitas opsi-opsi metode pembayaran tersebut yang berubah seiring waktu. Alhasil, menyediakan opsi metode pembayaran yang luas seperti yang diinginkan para konsumen e-commerce di Asia tenggara adalah tidak mudah. Belum lagi kesiapan sistem dalam mendukung pertambahan volume pembayaran bila bertumbuh signifikan ke depannya.

8. Cost of Acceptance Menjadi Perhatian Utama

Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 menyoroti tiga perhatian utama para pelaku bisnis e-commerce di Asia Tenggara perihal penyediaan opsi metode pembayaran yang luas. Xendit mengutarakan tiga perhatian utama para pemimpin bisnis tersebut adalah cost of acceptance, peluncuran yang lambat dari metode-metode pembayaran lokal di pasar-pasar baru, serta hambatan lintas batas dan hambatan lokal dalam memasuki pasar.

Xendit mengatakan 68% responden menilai cost of acceptance sebagai tantangan dua besar, hanya 12% responden yang menyatakan infrastruktur pembayaran mereka sepenuhnya siap mendukung pertumbuhan untuk satu dekade ke depan, serta sekitar 33% responden menyebutkan pembayaran lintas batas dan kompleksitas regulasi sebagai pain point pada masa depan.

9. Proses Pembayaran Memiliki Tantangan dari Awal sampai Akhir

Berdasarkan Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026, Xendit meyoroti pula proses pembayaran yang menghadirkan berbagai tantangan kepada para pelaku bisnis e-commerce di Asia Tenggara, sejak awal sebelum checkout sampai akhir sesudah checkout. Xendit mengutarakan sebelum checkout, para pelaku bisnis e-commerce di Asia Tenggara perlu untuk menentukan secara tepat metode-metode pembayaran yang disediakan; saat uang berpindah, perlu memperhitungkan biaya, nilai tukar mata uang, dan waktu; serta sesudah checkout, siap untuk mengurusi aneka persoalan yang bisa terjadi seperti pengembalian dana dan sengketa.

10. Ke Depan: Penipuan dan AI

Ke depan, Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 mengungkapkan penipuan dan AI (artificial intelligence) akan membentuk e-commerce di Asia Tenggara. Xendit dan Cube mengeklaim risiko penipuan yang meningkat dan penggunaan AI, termasuk agentic AI, yang meningkat akan membentuk masa depan e-commerce di Asia Tenggara.

Xendit menyebutkan jumlah pemimpin bisnis yang menilai penipuan sebagai perhatian dua besar pada pembayaran dalam 5 tahun mendatang adalah meningkat dibandingkan saat ini. Xendit memaparkan hanya 8% responden yang menetapkan penipuan sebagai perhatian dua besar pada pembayaran untuk saat sekarang. Namun, porsi tersebut meningkat menjadi 48% ketika waktunya menjadi dalam 5 tahun mendatang.

Sementara itu, Cube mengatakan AI kini sudah digunakan oleh para konsumen e-commerce di Asia Tenggara untuk membantu mereka dalam melakukan riset sebelum melaksanakan pembelian daring. Cube mengutarakan 78% responden di Asia Tenggara menggunakan AI untuk melakukan riset sebelum melaksanakan pembelian daring. Persentase ini lebih tinggi dari yang menggunakan mesin pencarian yang sejumlah 74%.

Cube meyakini, nantinya mulai tahun 2027, para konsumen e-commerce di Asia Tenggara akan mendelegasikan pembelajaan daring ke AI, tepatnya agentic AI. Dengan kata lain, suatu agen AI akan mencari, membandingkan, dan melakukan pembelian daring untuk seorang konsumen e-commerce di Asia Tenggara.

Sejalan dengan itu, Xendit menegaskan sistem pembayaran e-commerce perlu siap menghadapi perubahan penggunaan AI dalam pembelanjaan daring yang dimaksud. Xendit membagikan pula tiga langkah yang bisa dilakukan para pelaku bisnis e-commerce di Asia Tenggara saat ini, yakni menguatkan bukti transaksi untuk memastikan pembelian terlacak, melakukan uji coba pembayaran yang didelegasikan untuk memastikan dukungan, serta mempertanyakan perihal tanggung jawab untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab tatkala suatu agen AI melakukan kesalahan.