Xendit: Opsi Metode Pembayaran adalah Penting pada Pembelanjaan Daring

Xendit belum lama di Jakarta meluncurkan Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 yang disusun bersama Cube, perusahaan penyedia intelijen pasar e-commerce. Xendit pun membagikan sejumlah temuan dari laporan tersebut. Salah satunya adalah pentingnya opsi metode pembayaran yang luas pada pembelanjaan daring. Pasalnya, banyak pembeli daring yang membatalkan pembelian daring karena metode pembayaran pilihan mereka tidak tersedia. Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 dan aneka temuan yang dibagikan tentunya bisa menjadi masukan bagi para pelaku bisnis e-commerce di tanah air.

Xendit menyebutkan Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 disusun berdasarkan survei yang dilakukan Cube Asia terhadap 6.000 pembeli daring di enam negara Asia Tenggara, 1.000 di antaranya di Indonesia, dan data pasar e-commerce Cube Tradewinds serta survei yang dilakukan Xendit terhadap 25 pemimpin bisnis, data transaksi platform Xendit, dan wawancara yang dilakukan Xendit terhadap para pedagang. Xendit mengatakan laporan ini membahas sejumlah temuan perihal pembayaran e-commerce di Indonesia dan Asia Tenggara sejalan dengan perkembangan e-commerce di wilayah tersebut.

“Dengan dukungan dan kerja sama yang baik dari Xendit, kami berhasil menerapkan suatu metodologi yang sangat baik dalam penyusunan laporan ini. Kami telah melakukan survei terhadap 6.000 pembeli daring di enam pasar utama ASEAN, 1.000 di antaranya berada di Indonesia, dan kami juga mendapat bantuan dari Xendit untuk melakukan survei terhadap para pemimpin bisnis, pemimpin bisnis e-commerce, pemimpin bidang keuangan yang memiliki wawasan mengenai, mengenai pembayaran daring,” sebut Simon Torring (Co-founder Cube Asia).

Perkembangan e-commerce di Asia Tenggara sendiri adalah baik. Cube menyebutkan e-commerce di Asia Tenggara bertumbuh. Cube menyebutkan penjualan barang-barang fisik pada e-commerce di Asia Tenggara pada tahun 2026 ini telah melampaui US$200 miliar. Penjualan tersebut diprediksikan akan bertumbuh menjadi sekitar US$400 miliar pada tahun 2031. Di luar pembelian mobil, suku cadang mobil, dan pembelian besar lain seperti ini; Cube bahkan mengutarakan 25% dari nilai pembelanjaan retail di Asia Tenggara kini terjadi secara daring dan porsi yang dimaksud pun masih terus bertumbuh.

“Era e-commerce sedang memasuki fase baru, dan seiring dengan pertumbuhan e-commerce yang mencapai skala baru yang mana nilainya tidak lagi hanya beberapa miliar per tahun, melainkan mencapai ratusan miliar, sistem pembayaran, sebagai salah satu komponen infrastruktur inti, menjadi topik yang sangat menarik dan sangat penting bagi banyak pemimpin bisnis,” kata Christopher Chan (Global Account Executive Xendit).

“Jadi, yang akan benar-benar menjadi fokus kita hari ini adalah, pertama, tentu saja seperti yang Anda tahu, di berbagai pasar tempat kita beroperasi, tetapi khususnya di Indonesia, bagaimana tren-tren yang sedang berkembang, Anda tahu, tentu saja, Anda tahu, dompet digital, transfer bank, tetapi kini juga seperti QRIS; ya, pengucapannya sama dengan nama saya, Anda bisa mencatatnya; dan apa saja tren-tren utama yang kami amati di seluruh pelanggan kami,” tambahnya.

Terdapat beberapa temuan pada Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 yang dikedepankan Xendit dan Cube. Sejumlah temuan tersebut mencakup sisi konsumen e-commerce maupun sisi pelaku bisnis e-commerce. Pada sisi konsumen e-commerce, temuan-temuan yang dikemukakan berfokus pada Indonesia. Seperti yang telah disebutkan, salah satu dari temuan itu adalah pentingnya opsi metode pembayaran yang luas pada pembelanjaan daring. Berikut ini adalah beberapa temuan yang dimaksud. Enam temuan pertama lebih pada sisi konsumen e-commerce, sedangkan selanjutnya lebih pada sisi pelaku bisnis e-commerce.

1. Opsi Metode Pembayaran yang Luas adalah Penting

Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 mengungkapkan opsi metode pembayaran yang luas adalah penting pada pembelanjaan daring, setidaknya bagi para konsumen e-commerce di Indonesia. Dengan kata lain, opsi metode pembayaran yang luas adalah penting pada e-commerce di tanah air. Cube mengatakan 51% responden di Indonesia yang membatalkan suatu pembelian daring dalam tiga bulan terakhir—dari saat disurvei—adalah karena metode pembayaran pilihan mereka tidak tersedia. Cube menambahkan persentase ini adalah yang tertinggi di Asia Tenggara (di keenam negara yang disurvei).