2. Metode Pembayaran Dompet Digital adalah Favorit
Berdasarkan Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026, 70% responden di tanah air menggunakan dompet digital sebagai metode pembayaran dalam setidaknya setengah pembelian daring mereka. Cube menyebutkan porsi tesebut adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Bisa dibilang metode pembayaran dompet digital adalah favorit para konsumen e-commerce di Indonesia. GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay menjadi pemain utama di sini, tanpa ada yang mendominasi.
3. Metode Pembayaran COD Mulai Ditinggalkan
Cube mengungkapkan, menurut Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026, metode pembayaran COD (cash on delivery) dalam pembelian daring mulai ditinggalkan para konsumen e-commerce di tanah air. Hasil studi Xendit dan Cube yang dituangkan pada laporan yang dimaksud menemukan 40% responden di Indonesia kini jauh lebih sedikit menggunakan metode pembayaran COD dibandingkan setahun yang lalu—dari saat disurvei. Dalam berkurangnya penggunaan metode pembayaran COD tersebut, Indonesia adalah yang kedua tertinggi di Asia Tenggara setelah Thailand.
Lebih lanjut, Cube mengemukakan COD merupakan pilihan metode pembayaran yang sering digunakan tertinggi ketiga para konsumen e-commerce di tanah air dalam pembelian daring. COD berada di bawah dompet digital dan transfer bank. Sebanyak 60% pembeli daring di Indonesia sering menggunakan dompet digital, 52% sering menggunakan transfer bank, dan 40% sering menggunakan COD.
Selain itu, Xendit menambahkan penggunaan metode pembayaran QRIS dan kartu kredit dalam pembelian daring bertumbuh signifikan di tanah air, tentunya dibandingkan sebelumnya. Xendit menyebutkan penggunaan metode pembayaran QRIS meningkat 142% dan kartu kredit meningkat 83% di platform Xendit di Indonesia antara Januari 2025 dan April 2026. Xendit pun menegaskan Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang paling cepat meninggalkan COD.
Sejalan dengan QRIS yang menjadi metode pembayaran dengan pertumbuhan tercepat di tanah air, Xendit menegaskan dirinya merupakan penyedia layanan akuisisi QRIS berlisensi. Para pelaku bisnis e-commerce bisa menerima pembayaran QRIS melalui Xendit tanpa perlu menunjuk bank lain sebagai penyedia layanan akuisisi.
Xendit mengeklaim hal bersangkutan bisa memberikan visibilitas data transaksi yang lebih jelas, menyederhanakan rekonsiliasi dan pengembalian dana, serta mempermudah pengelolaan pembayaran sehari-hari sekaligus membantu memitigasi risiko penipuan. Selain itu, Xendit yang menjelaskan dirinya sebagai perusahaan penyedia infrastruktur pembayaran pun menekankan mendukung opsi metode pembayaran yang luas.
4. Diskon atau Cashback Menjadi Pemantik Peralihan Metode Pembayaran
Xendit menjelaskan peralihan metode pembayaran yang digunakan para konsumen e-commerce dalam pembelian daring di Asia Tenggara, seusai dengan Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026, pemantik nomor wahidnya adalah diskon atau cashback. Xendit memastikan pemantik utama peralihan metode pembayaran yang digunakan para konsumen e-commerce tersebut berlaku pula di Indonesia.
5. Dua Profil Metode Pembayaran
Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026 mengungkapkan perbedaan profil konsumen e-commerce di tanah air menghadirkan perbedaan metode pembayaran yang lazim digunakan mereka dalam pembelian daring. Secara lebih spesifik, laporan ini mengungkapkan Megatix, platform penjualan tiket yang menjadi mitra Xendit, memiliki setidaknya dua profil metode pembayaran di Indonesia, yakni Jakarta dan Bali.
Xendit mengatakan profil konsumen e-commerce di Jakarta adalah masyarakat lokal sehingga metode pembayaran transfer bank, tepatnya akun virtual bank, adalah kunci. Sementara itu, Xendit mengatakan profil konsumen e-commerce di Bali mengandung banyak wisatawan mancanegara sehingga metode pembayaran kartu kredit adalah penting.
6. Porsi Penjualan Lintas Batas adalah Rendah
Cube menyebutkan, menurut Xendit Ecommerce Payments Momentum Report 2026, porsi penjualan lintas batas (cross-border sales) dari penjualan e-commerce keseluruhan di tanah air adalah rendah. Cube mengutarakan porsi penjualan lintas negara yang dimaksud diprediksikan hanya 6% pada tahun 2026 ini. Persentase bersangkutan adalah yang terendah di Asia Tenggara.
Perihal penjualan lintas batas ini, Xendit pun mengemukakan mengenai metode pembayaran QRIS Antarnegara (QRIS Cross-border). Xendit mengungkapkan QRIS Antarnegara bertumbuh dan kini sudah mendukung sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia dus metode pembayaran tersebut bisa memudahkan pembelian daring lintas negara. Kemudahan ini juga berlaku untuk para pembeli daring luar negeri yang melakukan pembelian daring di e-commerce di Indonesia.
