Kolaborasi IBM dan Arm Diumumkan, Kembangkan Peranti Keras Dual Arsitektur

IBM baru saja mengumumkan via rilis kolaborasi strategis dengan Arm untuk mengembangkan peranti keras dual arsitektur baru. IBM menyebutkan peranti keras dual arsitektur ini akan membantu para perusahaan menjalankan beban-beban kerja AI (artificial intelligence) dan data intensif masa depan dengan fleksibilitas, keandalan, dan keamanan yang lebih tinggi. IBM menjelaskan Arm membawa aneka keunggulannya, seperti arsitektur hemat energi, melengkapi keunggulan IBM.

IBM mengatakan memiliki kepemimpinan dalam desain sistem, mulai dari tingkat silikon sampai peranti lunak dan keamanan. Hal tersebut diklaim telah membolehkan IBM membantu berbagai perusahaan mengadopsi aneka teknologi baru dengan skala dan keandalan yang dibutuhkan untuk mendukung beban-beban kerja yang sangat krusial. IBM pun memastikan terus berinvestasi pada platform-platform peranti keras sejalan dengan AI yang makin terintegrasi dalam proses bisnis inti para perusahaan.

Melalui kolaborasi IBM dan Arm yang diumumkan, IBM memaparkan dirinya dan Arm berupaya melanjutkan rekam jejak inovasi yang telah dibangun dengan menggabungkan keunggulan IBM dalam menghadirkan sistem yang andal, aman, dan mudah dikembangkan; serta keunggulan Arm dalam arsitektur hemat energi, keahlian untuk mendukung kebutuhan beban kerja, dan ekosistem peranti lunak yang luas. Upaya ini bertujuan menghadirkan platform-platform komputasi yang fleksibel dan siap berkembang untuk menjawab kebutuhan masa depan.

“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan alami dari kepemimpinan IBM dalam inovasi peranti keras dan aneka sistem,” jelas Tina Tarquinio (Chief Product Officer, IBM Z dan LinuxONE). “Hal ini mencerminkan pendekatan IBM yang secara konsisten mengantisipasi kebutuhan perusahaan jauh sebelum terjadi perubahan besar di pasar, dengan mengembangkan berbagai kapabilitas lebih awal agar para klien siap menghadapi munculnya aneka beban kerja dan model bisnis baru. Tujuan kami adalah memperluas pilihan peranti lunak dan meningkatkan kinerja sistem, sambil tetap menjaga keandalan dan keamanan yang diharapkan para klien.”

“Seiring dengan perusahaan yang makin memperluas pemanfaatan AI dan memodernisasi infrastruktur mereka, luasnya ekosistem peranti lunak Arm memungkinkan berbagai beban kerja ini untuk dijalankan di lebih banyak jenis platform,” jelas Mohamed Awad (Executive Vice President, Cloud AI Business Unit, Arm). “Kolaborasi kami dengan IBM melanjutkan perkembangan ini dengan membawa ekosistem Arm ke lingkungan-lingkungan perusahaan yang sangat krusial, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi para organisasi dalam menerapkan dan mengembangkan beban-beban kerja tersebut.”

Tiga Area Utama

IBM menambahkan kolaborasi IBM dan Arm ini berfokus pada tiga area utama. Pertama, IBM dan Arm mengeksplorasi bagaimana memperluas aneka teknologi virtualisasi sehingga memungkinkan lingkungan-lingkungan peranti lunak berbasis Arm berjalan dalam berbagai platform komputasi perusahaan milik IBM. Upaya ini ditujukan untuk memperluas kompatibilitas peranti lunak sekaligus menyederhanakan proses bagi para pengembang dan perusahaan dalam menghadirkan aplikasi-alikasi berbasis Arm ke aneka lingkungan operasional yang sangat krusial.

Kedua, IBM dan Arm tengah mengeksplorasi sejumlah pendekatan baru untuk menjawab tuntutan kinerja dan efisiensi dari beban-beban kerja modern, termasuk AI dan aplikasi-aplikasi yang data intensif. Upaya ini mencakup pengembangan sistem-sistem perusahaan yang mampu mengenali dan menjalankan aplikasi-aplikasi Arm, dengan tujuan memastikan berbagai lingkungan berbasis Arm bisa selaras dengan standar keandalan, keamanan, serta aneka kebutuhan operasional yang dibutuhkan para perusahaan.

Ketiga, IBM dan Arm bertujuan membuka akses ke ekosistem-ekosistem peranti lunak yang lebih luas serta fleksibilitas yang lebih besar dalam penerapan dan pengelolaan para aplikasi, dengan membangun lapisan-lapisan teknologi bersama antara platform. Pendekatan ini bisa memberikan lebih banyak pilihan bagi para perusahaan, sekaligus memungkinkan mereka mengadopsi berbagai aplikasi dan arsitektur baru tanpa mengesampingkan investasi yang telah ada: memastikan pertumbuhan ekosistem dalam jangka panjang.

“Infrastruktur perusahaan kini memasuki fase baru, di mana fleksibilitas, kemudahan memindahkan beban kerja, dan luasnya jangkauan ekosistem menjadi sama pentingnya dengan kinerja dan keandalan. Seiring AI dan aplikasi-aplikasi yang data intensif terus mengubah aneka kebutuhan, para organisasi mencari berbagai platform yang bisa berkembang tanpa harus menghadapi kompromi yang mengganggu operasional,” jelas Patrick Moorhead, (Founder, CEO, dan Chief Analyst Moor Insights & Strategy). “Apa yang ditunjukkan IBM dan Arm menjadi langkah penting menuju arah tersebut.”

“Peran IBM dalam membentuk infrastruktur perusahaan telah berlangsung selama puluhan tahun, mencerminkan luasnya kapabilitas dan komitmen yang dibutuhkan untuk mendukung beban-beban kerja para klien kami yang paling kompleks dan sensitif,” ujar Christian Jacobi (Chief Technology Officer dan IBM Fellow, IBM Systems Development). “Momentum ini menjadi langkah terbaru dalam perjalanan inovasi kami untuk generasi-generasi berikutnya dari sistem-sistem IBM Z dan LinuxONE, sekaligus menegaskan keunggulan desain sistem yang menyeluruh sebagai salah satu kekuatan utama kami.”