Lazada Indonesia meluncurkan kampanye edukasi bertajuk SATSET (Sadar, Teliti, Segera Tolak) pada Jumat, 17 April 2026, menyambut Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada 20 April. Dikabarkan melalui rilis, kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan konsumen terhadap modus penipuan daring, khususnya jasa pengiriman atau kurir palsu.
Peluncuran kampanye ini sejalan sekaligus menjawab banyaknya penipuan daring dan dampaknya yang besar. IASC (Indonesia Anti-Scam Center) telah menerima sekitar 73.000 laporan penipuan transaksi belanja. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pun mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan daring mencapai Rp9,1 triliun dari tahun 2024 sampai tahun 2026.
Modus yang kerap digunakan pelaku penipuan adalah menyamar sebagai kurir atau penyedia jasa pengiriman, lalu menyampaikan informasi yang terlihat meyakinkan, seperti tautan pelacakan atau dokumen resi palsu, kepada konsumen yang sedang menunggu paket. Pesan tersebut biasanya disertai bahasa yang bernada mendesak untuk mendorong korban mengeklik tautan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu, yang berujung pada pencurian data pribadi maupun finansial.
“Saat menerima pesan terkait pengiriman paket, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik atau terburu-buru mengikuti instruksi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui aplikasi atau saluran resmi,” sebut Dr. Pratama Persadha (Chairman Communication & Information System Security Research Center) sambil menegaskan kewaspadaan konsumen merupakan faktor utama dalam mencegah penipuan semacam ini.
Melalui kampanye SATSET, Lazada memperkenalkan tiga langkah praktis yang dapat diterapkan konsumen. Sesuai kepanjangannya, ketiga langkah tersebut adalah Sadar, Teliti, dan Segera Tolak. Kampanye ini pun dirancang agar konsumen dapat memanfaatkan fitur keamanan yang telah tersedia di dalam ekosistem aplikasi Lazada.
Sadar, yakni mengenali pola komunikasi mencurigakan. Kenali permintaan data sensitif seperti nomor KTP, rekening, kode OTP, kata sandi, maupun detail kartu kredit oleh pihak yang mengaku sebagai karyawan platform, kurir, penyedia jasa pengiriman, maupun oknum lain. Konsumen juga diimbau mengenali modus refund palsu yang meminta pemindaian QRIS maupun transfer ke rekening pribadi.
Teliti, yaitu memverifikasi setiap informasi pengiriman melalui fitur Lacak Pesanan yang tersedia langsung di aplikasi Lazada, bukan melalui WhatsApp atau SMS dari nomor tidak dikenal. Komunikasi dengan penjual juga disarankan hanya dilakukan melalui fitur In-App Chat Lazada.
Segera Tolak, yang berarti mengabaikan dan memblokir nomor maupun pesan mencurigakan; tidak mengeklik tautan maupun mengunduh file dari sumber tidak dikenal, termasuk file berformat APK yang berkedok foto resi; serta menolak segala permintaan transaksi, pembayaran, dan transfer ke rekening pribadi di luar aplikasi Lazada. Konsumen yang menemukan aktivitas mencurigakan dapat melaporkannya melalui layanan pelanggan CLEO, chatbot Lazada, di dalam aplikasi. CLEO beroperasi 24/7.
“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah hak mutlak dalam bertransaksi online. Kampanye SATSET kami hadirkan tidak hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat agar memaksimalkan fitur keamanan yang sudah tersedia di dalam ekosistem aplikasi Lazada. Kami ingin pelanggan memiliki kendali penuh atas keamanan transaksi mereka,” tutup Intan Eugenia (Head of Customer Experience Lazada Indonesia).
