Sennheiser belum lama ini di Jakarta meluncurkan secara resmi Spectera di Indonesia. Sennheiser Spectera diungkapkan sebagai ekosistem audio profesional nirkabel digital. Sennheiser mengeklaim Spectera memiliki dua karakteristik utama yang mejadi unggulan, yakni wideband dan bidirectional. Sennheiser mengatakan ekosistem audio profesional nirkabel digital di pasar umumnya adalah narrowband dan belum mendukung bidirectional. Dengannya, Sennheiser menegaskan Spectera memberikan kinerja yang lebih mumpuni.
Diklaim merupakan ekosistem audio nirkabel digital wideband dan bidirectional pertama di dunia, Sennheiser menyebutkan Spectera menggunakan teknologi WMAS (Wireless Multichannel Audio Systems). Teknologi ini ditegaskan membolehkan Sennheiser Spectera mengurangi kompleksitas, meningkatkan kapabilitas secara signifikan, memungkinkan alur kerja yang hemat waktu, serta menawarkan kendali penuh dan pemantauan jarak jauh.
“Sennheiser dikenal berkat teknologi mutakhir, kualitas audio yang unggul, serta ketahanan produk-produknya. Hari ini, Anda akan merasakan apa yang membedakan Sennheiser dari para pesaingnya. Teknologi terobosan ini [Sennheiser Spectera dengan WMAS] akan mengubah selamanya bagaimana audio dikelola,” ujar Roland Lim (Sales Director, Sennheiser Asia) sembari menegaskan Indonesia merupakan salah satu pasar paling penting untuk Sennheiser.
Implementasi WMAS
Sennheiser menjelaskan implementasi radio dari WMAS yang digunakan adalah berdasarkan OFDM (orthogonal frequency division multiplexing), TDD (time division duplex), dan TDMA (time division multiple access). Sennheiser pun menambahkan, selain perihal transmisi audio, WMAS membolehkan kontrol dan pemantauan.

OFDM merupakan teknik modulasi digital untuk transmisi data yang mengenkode data digital pada lebih dari satu frekuensi pembawa. Sennheiser menyebutkan WMAS menggunakan OFDM yang dikombinasikan dengan channel coding—mengendalikan eror—sehingga membolehkan pemanfaatan keragaman frekuensi dari kanal frekuensi radio yang dipakai dus memberikan keandalan yang baik.
TDD memungkinkan transmisi data bidirectional melalui sebuah kanal frekuensi radio dengan membagi kurun waktu tertentu untuk mengirim data dan kurun waktu tertentu lain untuk menerima data. Meskipun bergantian antara mengirim data dan menerima data, manusia yang menjadi para pengguna umumnya mendapatkan pengalaman yang mulus dan bukannya terputus-putus. Pada WMAS, durasi dari kedua kurun waktu tersebut bisa diatur. Sennheiser mengatakan TDD membuat WMAS bisa mendukung mikrofon dan headphone secara sekaligus.
TDMA membolehkan transmisi data dari/ke sejumlah perangkat melalui sebuah kanal frekuensi radio dengan membagi kanal yang dimaksud ke dalam slot-slot waktu dan masing-masing perangkat menggunakan slot waktu yang berbeda. Meskipun bergantian antara para perangkat, manusia yang menjadi para pengguna umumnya mendapatkan pengalaman yang mulus dan bukannya terputus-putus. Pada WMAS, alokasi slot waktu suatu perangkat bisa satu atau lebih. Sennheiser menyebutkan TDMA membuat WMAS bisa mendukung banyak perangkat secara sekaligus.

Dengan OFDM, TDD, dan TDMA; Sennheiser menegaskan WMAS menawarkan wideband (rentang frekuensi yang lebar) dan bidirectional (dua arah). Begitu pula Sennheiser Spectera. Seperti telah disebutkan, Sennheiser mengatakan Spectera berbeda dengan ekosistem audio profesional nirkabel digital lain di pasar yang umumnya adalah narrowband (rentang frekuensi yang sempit) dan belum mendukung bidirectional (dengan kata lain satu arah).
Sennheiser menjelaskan ekosistem audio profesional nirkabel digital lain di pasar yang narrowband adalah karena pembagian yang digunakan adalah berdasarkan frekuensi dam bukannya waktu. Pada pembagian berdasarkan frekuensi, transmisi data dari/ke sejumlah perangkat melalui sebuah kanal frekuensi radio adalah dengan membagi kanal yang dimaksud ke dalam slot-slot frekuensi dan masing-masing perangkat menggunakan slot frekuensi yang berbeda. Rentang frekuensi setiap slot tersebut tentunya lebih sempit.
Sennheiser menambahkan narrowband lebih rentan mengalami interferensi. Pasalnya, suatu slot frekuensi dengan rentang frekuensinya yang sempit membuat slot ini rentan terganggu bila ada gelombang radio lain dengan rentang frekuensi sempit serupa yang berdekatan: koneksi perangkat yang menggunakan slot frekuensi yang dimaksud bisa terganggu. Rentang frekuensi yang lebar sewajarnya lebih tidak rentan terganggu karena gelombang radio lain tersebut menggangu bagian kecil saja alih-alih bagian besar maupun keseluruhan.
