Mekari Langsungkan Mekari Conference 2026: AI yang Aman dan Produktif

Mekari baru saja melangsungkan Mekari Conference 2026 di hotel Raffles, Jakarta. Mengambil tajuk “AI at Work”, konferensi ini antara lain menyoroti bagaimana para perusahaan di Indonesia bisa memanfaatkan AI (artificial intelligence) secara aman, produktif, dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas pengambilan keputusan manusia di tengah tingginya antusiasme terhadap AI di tanah air yang mendorong maraknya shadow AI. Mekari pun mengeklaim bisa membantu para perusahaan mengatasi tantangan tersebut dengan aneka produknya.

Mekari Conference 2026 sendiri dijelaskan sebagai sebuah forum yang mempertemukan para pemikir, pembuat kebijakan, dan pelaku transformasi digital untuk membahas bagaimana AI akan membentuk masa depan bisnis Indonesia. Mekari menyebutkan Mekari Conference 2026 menghadirkan deretan pembicara dari para organisasi yang berada di garis depan perkembangan teknologi global maupun transformasi digital nasional.

Beberapa di antara para pembicara yang hadir adalah Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia periode 2014–2019), Sandy Kunvatanagarn (Head of Policy Southeast Asia OpenAI), Anthony Amni (Country Manager AWS Indonesia), Aldo Rambie (Head of Industry Meta Indonesia), Prof. Rhenald Kasali (Founder Rumah Perubahan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia), Dr. Wani Sabu (Senior Advisor Fraud Banking Investigation BCA), serta Risman Adnan (Chief Technology Officer Paragon Corp).

Kehadiran para pembicara tersebut menghadirkan perspektif yang komprehensif mengenai masa depan AI, mulai dari arah kebijakan publik, kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, tata kelola teknologi, transformasi budaya kerja, sampai implementasi AI yang menghasilkan dampak bisnis nyata yang positif. Seperti telah disebutkan, konferensi ini juga secara khusus menyoroti shadow AI yang marak.

Shadow AI merupakan penggunaan AI, seperti perkakas dan aplikasi AI, oleh satu atau lebih karyawan suatu perusahaan tanpa persetujuan, pengawasan, maupun keterlibatan resmi departemen TI perusahaan tersebut. Hal ini meningkatkan risiko terhadap keamanan siber dan kepatuhan perusahaan bersangkutan. Mekari menambahkan shadow AI di Indonesia didorong tingginya antusiasme para pekerja di tanah air terhadap AI yang belum sepenuhnya diimbangi kesiapan para perusahaan di Indonesia.

Suwandi Soh (kanan) dan Dicky Ie di Mekari Conference 2026.
Suwandi Soh (Chief Executive Officer Mekari; kanan) dan Dicky Ie (Director of Sales & Operational Dermaster) saat konferensi pers Mekari Conference 2026.

Mekari mengungkapkan, berdasarkan survei Salesforce, 70% pekerja Indonesia merasa lebih percaya diri menggunakan AI di tempat kerja karena kebiasaan personal mereka, tetapi baru 33% yang mendapatkan pelatihan AI resmi dari perusahaan. Mekari juga mengungkapkan, menurut studi Pertama Partners, baru sekitar 26% perusahaan di tanah air yang berhasil mengintegrasikan AI secara penuh ke dalam operasional bisnis mereka. Kesenjangan ini diklaim memunculkan fenomena para karyawan di Indonesia menggunakan aneka aplikasi AI pribadi atau tidak medapatakan otorisasi untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan di kantor.

AI yang Aman, Terintegrasi, dan Sesuai Kebutuhan Bisnis

Mekari mengutarakan untuk menekan shadow AI para perusahaan perlu menyediakan AI yang sesuai dengan kebutuhan para karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di perusahaan. Namun; bukan sekadar AI yang sesuai kebutuhan para karyawan; melainkan juga AI yang aman, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan bisnis. Mekari menegaskan menawarkan AI maupun produk-produk dengan AI seperti itu. Mekari menawarkan ekosistem AI yang aman, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan bisnis.

“Pekerja Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap AI. Namun ketika perusahaan tidak menyediakan infrastruktur yang memadai, karyawan akan mencari solusi sendiri. Di sinilah risiko shadow AI muncul. Tantangan kita bukan menghentikan penggunaan AI, tetapi menyediakan AI yang aman, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan bisnis. Melalui Mekari Airene, kami membawa AI langsung ke dalam alur kerja bisnis sehari-hari dengan fondasi keamanan yang didukung sertifikasi ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27701,” sebut Suwandi Soh (Chief Executive Officer Mekari).

Mekari menjelaskan Airene sebagai lapisan AI yang terintegrasi di seluruh ekosistem produk Mekari. Mekari menegaskan Airene dirancang untuk bekerja lintas produk sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih seamless bagi para pengguna. Integrasi ini memungkinkan para perusahaan memanfaatkan AI di berbagai fungsi bisnis. Mekari mengeklaim hal tersebut berbeda dari pendekatan AI pada berbagai produk dari vendor-vendor lain. Mekari menyebutkan pendekatan AI itu umumnya berupa fasilitas terpisah.