Hypernet Luncurkan TokenKu.ai, Atasi Permasalahan Implementasi AI

Hypernet turut menyoroti praktek menggunakan suatu API key secara beramai-ramai pada banyak perusahaan: satu API key dipakai oleh banyak karyawan. Hypernet pun mengedepankan API key tidak bisa dicabut per orang, contohnya saat seorang karyawan keluar dari suatu perusahaan.

Sementara itu, pada manajemen, Hypernet mengungkapkan tidak terdapatnya pembatasan penggunaan AI pada banyak perusahaan. Penggunaan akun-akun pribadi karyawan untuk AI menyulitkan para perusahaan menetapkan pembatasan penggunaan AI antara departemen yang satu dengan yang lain. Semua departemen—semua karyawan—bisa menggunakan semua model AI bukan hanya yang ditujukan untuk masing-masing departemen. Begitu pula pemisahan antara pemakaian kantor dengan pemakaian pribadi.

Selain itu, penggunaan akun-akun pribadi karyawan untuk AI menyulitkan para perusahaan mengendalikan biaya AI. Pasalnya, para perusahaan sulit untuk mengatur limit biaya AI—limit biaya token AI—per akun pribadi karyawan.

TokenKu.ai

TokenKu.ai bisa diakses di tokenku.ai.
TokenKu.ai bisa diakses di situs web dengan alamat tokenku.ai.

Bisa diakses di situs web dengan alamat tokenku.ai, Hypernet mengeklaim TokenKu.ai bisa mengatasi ketiga akar masalah implementasi AI tersebut. Hypernet mengeklaim TokenKu.ai membolehkan suatu perusahaan memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional dalam pemanfaatan AI pada perusahaan bersangkutan.

Dengan TokenKu.ai, Hypernet menyebutkan para perusahaan bisa menentukan model-model AI yang digunakan masing-masing departemen, mengatur alokasi berbagai virtual API key, menentukan limit-limit belanja bulanan AI, dan meminimalkan risiko penggunaan AI tanpa izin. Perusahaan-perusahaan juga bisa memiliki visibilitas penuh secara real-time terhadap konsumsi para token AI, baik itu berdasarkan individu, departemen, maupun model AI.

Begitu pula dengan proses pembayaran yang lebih sederhana berhubung seluruh penggunaan AI suatu perusahaan akan dikonsolidasikan ke dalam satu invoice resmi dengan faktur pajak dalam mata uang rupiah. TokenKu.ai pun memberikan pilihan pembayaran yang fleksibel, seperti top up dompet atau bundel dengan paket managed service dari Hypernet. Akses ke sekitar 145 model AI juga bisa membuat para perusahaan tidak perlu mengelola banyak akun, melakukan negosiasi lisensi, maupun terikat kontrak ke banyak vendor secara terpisah.

“Jadi kita menjawab tadi tantangan di awal yang kita sudah define: payment, security, and management. Payment kita udah pasti dalam bentuk IDR, karena kebanyakan sekarang, mungkin bukan kebanyakan, semuanya adalah subscription-nya dalam bentuk mata uang USD atau asing ya. Nah, yang jadi masalah, balik lagi, masalah tax. Jadi, tax-nya nggak dapet,” ungkap Sudianto.

“Security udah pasti, karena API-nya bisa kita bikin per user bases, bukan di-sharing rame-rame. Ini penting bagi perusahaan yang mau menggunakan AI karena data security is the most important compared to the budget ya. Management, banyak AI, satu dashboard: simplicity, nggak usah pusing login ke sana, login ke sini, bayar ini, top-up sana. Satu dashboard, semua AI bisa dapet,” tambahnya.

Ke depan, Hypernet berencana untuk mengembangkan TokenKu.ai dengan menyediakan keahlian-keahalian AI dan talenta-talenta AI. Jadi, nantinya, TokenKu.ai tidak hanya menjadi platform untuk membeli aneka token AI melainkan juga platform untuk belajar keahlian-keahalian AI dan platform yang menyediakan talenta-talenta AI.