System of agency merujuk pada sistem yang menyediakan agen-agen AI yang dalam hal ini para autonomous AI agent. System of agency merujuk pada agentic AI yang bisa digunakan suatu perusahaan. Pada system of agency, Salesforce tentunya menawarkan Agentforce.
Seperti sudah disebutkan, agen-agen dari Salesforce Agentforce bisa dibilang merupakan tenaga kerja digital. Suatu perusahaan bisa memanfaatkan Salesforce Agentforce untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berulang dan membosankan dengan lebih mumpuni, serta sejalan dengan itu, membebaskan tenaga kerja manusia mengerjakan berbagai pekerjaan lain yang lebih bernilai. Salesforce Agentforce bisa membantu suatu perusahaan meningkatkan kinerja.
System of engagement maksudnya adalah sistem tempat para karyawan suatu perusahaan berinteraksi dengan agentic AI serta terhubung dengan data dan aplikasi-aplikasi lain. Pada system of engagement, Salesforce menawarkan Slack.
Selesai diakuisisi pada tahun 2021, Salesforce mengatakan Slack merupakan suatu platform kolaborasi berbasis cloud. Salesforce menyebutkan Slack sebagai sistem operasi agentic untuk perusahaan. Pasalnya di sana para karyawan, agen AI, aplikasi, dan data suatu perusahaan terhubung secara real-time. Slack membolehkan tenaga kerja manusia dan tenaga kerja digital suatu perusahaan berkolaborasi untuk melayani para pelanggan dengan lebih baik.
Salesforce Bisa Membantu Menjadi Agentic Enterprise
Spesifik Indonesia, Salesforce mengeklaim para pekerja di tanah air sudah siap untuk menerima maupun menggunakan AI, termasuk agentic AI. Klaim tersebut berdasarkan temuan-temuan dari studi perihal AI yang dilakukan YouGov untuk Salesforce belum lama ini. Studi bersangkutan dilakukan terhadap 1.002 knowledge worker—profesional yang mengandalkan pengetahuan dan analisis dalam pekerjaannya—di tanah air untuk memahami sikap dan persepsi mereka terhadap AI, termasuk agentic AI.
Salesforce menemukan sebanyak 68% responden menyatakan penggunaan AI mereka secara pribadi telah meningkatkan kepercayaan mereka untuk menggunakan AI di tempat kerja. Salesforce juga menemukan sejumlah 70% responden menyatakan penggunaan AI mereka secara pribadi telah meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk menggunakan AI di tempat kerja. Khusus agentic AI, Salesforce mendapati hanya 3% responden yang menyatakan keyakinan untuk nantinya tidak akan pernah menggunakan agen AI.
Namun, Salesforce mengeklaim pula para perusahaan di Indonesia belum siap, setidaknya belum sesiap para knowledge worker di tanah air, untuk menerima maupun menggunakan AI, khususnya agentic AI. Hal tersebut berdasarkan temuan Salesforce pada studi yang sama. Salesforce menemukan hanya sebanyak 33% responden yang mengatakan peruasahaan mereka melatih mereka mengenai cara menggunakan agen-agen AI.
Salesforce percaya bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan manfaat yang bernilai tinggi dari AI, apalagi agentic AI, antusiasme para pekerja dan tingkat penggunaan AI mereka secara pribadi yang tinggi tidaklah cukup. Para perusahaan yang ingin mendapatkan manfaat yang bernilai tinggi dari adopsi AI, khususnya agentic AI, perlu melakukan transformasi, baik dari sisi teknologi maupun dari sisi tenaga kerja.

Salesforce mengeklaim para perusahaan perlu merombak dan merancang ulang rangkaian teknologi yang mereka gunakan dan memastikan pekerja-pekerja mereka memiliki akses ke alat-alat AI, termasuk agentic AI, kelas enterprise yang bermutu. Para perusahaan juga perlu untuk melatih para pekerja mereka agar mendapatkan keahlian yang sesuai, memindahkan para pekerja mereka ke pekerjaan-pekerjaan yang lebih berdampak, serta mengorkestrasi kemitraan yang tepat antara tenaga kerja manusia dan tenaga kerja digital mereka.
Salesforce, dengan arsitektur agentic enterprise-nya yang mencakup Agentforce, memastikan menawarkan rangkaian teknologi, termasuk alat-alat AI dan agentic AI, untuk adopsi agentic AI yang akan memberikan manfaat yang bernilai tinggi. Salesforce pun menawarkan berbagai pelatihan untuk rangkaian teknologi yang dimaksud. Salesforce bisa membantu para parusahaan di tanah air menjadi agentic enterprise.
“Untuk membangun agentic technology ini, Anda memerlukan banyak komponen. Anda memerlukan kerangka kerja untuk mengintegrasikan semuanya, Anda harus transparan mengenai kapan AI ini digunakan, Anda harus memastikan keamanannya, Anda harus memastikan bahwa data yang digunakan tepat, Anda harus memastikan bahwa hak-hak akses pengguna sudah sesuai, Anda harus memastikan alur kerja yang tepat,” kata Gavin Barfield (Vice President & CTO, Salesforce ASEAN).
“Dan di sinilah Salesforce berperan, sebagai platform yang memungkinkan peru, para perusahaan untuk menjadi pe, agentic enterprise,” tegas Gavin.
Makin Bisa dengan Dukungan Bahasa Indonesia
Salesforce Agentforce sejak akhir tahun lalu pun mulai mendukung bahasa Indonsia. Pada tahap awal, Salesforce kala itu menyebutkan Agentforce mendukung bahasa Indonesia pada Agentforce Service—layanan pelanggan—dan Employee Agent—layanan untuk para karyawan. Dengan dukungan bahasa Indonesia, Salesforce makin bisa membantu para perusahaan di tanah air menjadi agentic enterprise.
Perusahaan-perusahaan di Indonesia yang ingin mengadopsi Salesforce Agentforce untuk layanan pelanggan sewajarnya menginginkan agen layanan pelanggan Salesforce Agentforce—Agentforce Service—yang mendukung bahasa Indonesia. Tidak semua masyarakat Indonesia bisa maupun nyaman berbincang dalam bahasa Inggris yang menjadi bahasa utama Salesforce Agentforce.
Salah satu perusahaan di Indonesia yang telah menggunakan Salesforce Agentforce untuk layanan pelanggan adalah Mandiri Inhealth. Mandiri Inhealth menawarkan layanan asuransi kesehatan dan berfokus pada para perusahaan—B2B. Mandiri Inhealth misalnya memberikan layanan asuransi kesehatan kepada para karyawan suatu perusahaan yang bekerja sama dengannya.
Mandiri Inhealth mengutarakan banyak dari pertanyaan para pelanggan yang masuk ke layanan pelanggan adalah pertanyaan-pertanyaan umum seperti klaim dan manfaat. Denagn adopsi Salesforce Agentforce, Salesforce Agentforce yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dus membebaskan agen-agen manusia untuk melakukan aneka pekerjaan lain yang lebih bernilai seperti perihal kendali medis.
