CrowdStrike dan Telkom Teken MoU untuk Dorong Keamanan Siber Berbasis AI

CrowdStrike dan Telkom Indonesia meneken MoU (memorandum of understanding) untuk mendorong transformasi keamanan siber bagi para perusahaan di Indonesia melalui pemanfaatan perlindungan siber berbasis AI (artificial intelligence) dan layanan keamanan siber terkelola. Pengumuman penandatanganan dilakukan pada 28 Agustus 2026 di Austin, Texas, Amerika Serikat dan Jakarta, Indonesia.

Pengumuman melalui rilis ini diklaim menjadi langkah awal menggabungkan platform AI-native CrowdStrike Falcon dan layanan keamanan siber CrowdStrike dengan pengalaman Telkom, jaringan pelanggan Telkom, dan nfrastruktur teknologi Telkom di Indoneisa. Melaluinya, kedua perusahaan berencana mengembangkan layanan keamanan siber terkelola, memperkuat kapabilitas keamanan siber, mengeksplorasi peluang inovasi, serta menyusun inisiatif go-to-market bersama.

Telkom pun berencana melakukan standarisasi sistem pertahanan sibernya menggunakan platform CrowdStrike Falcon. Bukan hanya itu, CrowdStrike dan Telkom juga memastikan akan mengeksplorasi ketahanan siber jangka panjang, termasuk memperkuat ketahanan organisasi di tanah air dalam menghadapi aneka ancaman yang didorong oleh teknologi-teknologi baru seperti AI dan komputasi kuantum.

Salah satu fokus kolaborasi CrowdStrike dan Telkom adalah pengamanan adopsi AI di lingkungan perusahaan. Kedua pihak akan mengeksplorasi pengembangan layanan keamanan siber terkelola yang antara lain mendorong adopsi CrowdStrike Falcon AI Detection and Response, sebuah platform yang memberikan visibilitas menyeluruh dan runtime enforcement di seluruh lingkungan perusahaan. Untuk itu, CrowdStrike dan Telkom berencana membentuk tim gabungan yang bertugas mengembangkan solusi pengamanan para agen, model, dan sistem AI.

“AI mengubah cara organisasi beroperasi dan menjalankan program keamanan siber,” ujar Jonathon Dixon (Vice President and Managing Director, Japan and Asia Pacific, CrowdStrike). “Telkom memiliki komitmen yang sama dengan kami untuk mengamankan masa depan AI di Indonesia dengan menghadirkan perlindungan berbasis AI serta keamanan untuk AI bagi organisasi yang mendorong transformasi digital di kawasan ini.”

“Melalui kolaborasi dengan CrowdStrike, kami bertujuan untuk membantu organisasi meningkatkan keamanan siber mereka melalui kapabilitas keamanan yang telah terbukti mampu menghadapi kecepatan dan kecanggihan serangan saat ini,” sebut Seno Soemadji (Director of Strategic Business Development & Portfolio, Telkom Indonesia). “Melalui kerja sama yang erat dengan CrowdStrike, keahlian tim keamanan dan analis kami juga akan semakin diperkuat, sehingga meningkatkan kemampuan kami untuk membantu basis pelanggan kami yang luas dalam mendeteksi dan merespons serangan.”