AdaKami (Pembiayaan Digital Indonesia) baru-baru ini menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pertahanan siber secara proaktif pada era AI (artificial intelligence). Hal tersebut disampaikan AdaKami pada diskusi panel AI Cyber Forum 2026: “AI vs. AI: Membangun Pertahanan Siber Proaktif di Sektor Keuangan Indonesia” yang diselenggarakan oleh ADIGSI (Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia) di Jakarta. Pasalnya AI tidak hanya digunakan para pelaku jasa keuangan, melainkan juga para pelaku kejahatan siber.
Bagi para pelaku jasa keuangan seperti AdaKami, AdaKami menyebutkan AI bisa meningkatkan efisiensi operasional, analisis credit scoring, hingga kecepatan mendeteksi kejahatan siber. Namun, bagi para pelaku kejahatan siber, AdaKami mengatakan AI juga bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi serangan siber.
“AdaKami mengoptimalkan penggunaan AI untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis, mulai dari efisiensi analisis risiko, deteksi fraud, hingga otomatisasi layanan kepada konsumen,” ujar Hanadia Pasca Yurista (Public Policy Manager AdaKami).
“Namun, dalam implementasinya, kami memegang teguh prinsip human oversight, di mana AI berperan sebagai instrumen pendukung, sedangkan keputusan yang berdampak langsung terhadap konsumen tetap berada di tangan manusia. Pendekatan ini memastikan seluruh kegiatan operasional AdaKami berjalan secara akuntabel, dan sepenuhnya patuh terhadap UU Pelindungan Data Pribadi serta Pedoman Kode Etik AI Industri Jasa Keuangan yang diawasi langsung oleh OJK,” lanjut Hanadia.
Membangun ekosistem pertahanan siber pada era AI di Indonesia pun tentunya memerlukan kolaborasi antara AdaKami dengan pihak-pihak lain, termasuk sektor-sektor lain. ADIGSI menekankan pula pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun tata kelola AI yang memungkinkan keamanan siber yang mumpuni.
“Kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi, akademisi, masyarakat, dan pelaku industri seperti AdaKami menjadi kunci dalam membangun ekosistem keamanan siber yang mampu menjawab tantangan di masa depan,” pungkas Dr. Charles Lim (Kepala Bidang Talent Development ADIGSI).
