Dataiku kembali dinobatkan sebagai Pemimpin dalam Gartner Magic Quadrant 2026 untuk Platform AI dalam Bidang Ilmu Data dan ML (Leader dalam 2026 Gartner Magic Quadrant for AI Platforms for Data Science and ML). Pengakuan sebagai Pemimpin dalam Gartner Magic Quadrant ini merupakan yang kelima kali secara berturut-turut diterima oleh Dataiku yang mengeklaim sebagai Platform untuk Kesuksesan AI, sebagaimana diumumkan melalui rilis pada 3 Juli 2026 lalu.
Laporan Gartner yang disusun oleh Yogesh Bhatt, Afraz Jaffri, dan Diarmuid Curran dan diterbitkan pada 22 Juni 2026 itu menempatkan Dataiku sebagai salah satu pemain utama dalam lanskap platform AI (artificial intelligence) global. Dataiku secara konsisten memperoleh pengakuan atas aspek “Completeness of Vision” atau kelengkapan visi dalam penilaian tersebut.
Florian Douetteau (Co-founder dan CEO Dataiku) menyatakan bahwa perbedaan dalam penerapan AI di tingkat perusahaan akan makin terlihat ke depannya. “Sebagian perusahaan akan mampu mengubah AI menjadi keunggulan operasional yang terukur, sementara yang lain akan kesulitan menghadapi agen AI yang terpisah-pisah, risiko yang meningkat, serta tidak memiliki cara yang jelas untuk mengukur efektivitas implementasinya,” ujarnya.
Douetteau menambahkan bahwa perbedaan tersebut tidak akan ditentukan oleh akses terhadap model semata, melainkan oleh kemampuan orkestrasi dan tata kelola yang memastikan AI benar-benar berfungsi di seluruh lini bisnis.
Dalam 12 bulan terakhir, Dataiku mencatat peringkat keseluruhan 4,7 dari 5 di platform ulasan Gartner Peer Insights, dengan 98% pengulas merekomendasikan platform tersebut per 4 Mei 2026. Saat ini, Dataiku melayani lebih dari 750 organisasi di seluruh dunia, termasuk Roche, Johnson & Johnson, Michelin, dan Standard Chartered.
Dataiku pun menghadirkan sejumlah kapabilitas baru dalam platformnya. Di antaranya adalah Agent Management untuk tata kelola agen AI lintas platform, Cobuild untuk pengembangan berbasis AI secara visual, serta Reasoning Systems untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis AI yang terkelola.
Dataiku menekankan tiga pilar utama dalam pendekatannya terhadap penerapan AI skala besar. Ketiga pilar itu adalah sumber daya manusia, orkestrasi, dan tata kelola.
Pertama, dari sisi sumber daya manusia, platform ini memungkinkan kolaborasi antara analis, tim data, dan tim AI untuk mengubah pengetahuan organisasi menjadi sistem yang selaras dengan logika bisnis. Kedua, dari sisi orkestrasi, Dataiku berperan sebagai lapisan penghubung yang memungkinkan organisasi mengelola alur kerja di berbagai sistem tanpa bergantung pada satu ekosistem teknologi tertentu. Ketiga, dari sisi tata kelola, platform ini menyediakan kapabilitas pengawasan terintegrasi yang membantu organisasi menerapkan kebijakan kepatuhan dan mengelola risiko di seluruh inisiatif AI mereka.
Pendekatan tata kelola bawaan ini, menurut Dataiku, dirancang agar sistem AI yang makin otonom tetap dapat dikontrol dan selaras dengan regulasi yang berlaku, tanpa menghambat laju inovasi di dalam organisasi.
Dataiku sendiri beroperasi sebagai lapisan orkestrasi perusahaan yang berada di atas berbagai platform data, infrastruktur cloud, dan layanan AI. Model ini memungkinkan organisasi menjalankan AI di berbagai lingkungan vendor dengan tata kelola terpusat dalam satu lingkungan kerja yang terintegrasi.
