Schneider Electric dinobatkan sebagai perusahaan paling berkelanjutan di dunia oleh TIME dan Statista untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Dikabarkan melalui rilis baru-baru ini, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan pemeringkatan terhadap 5.000 perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
Pencapaian tersebut tidak lama berselang dengan peluncuran peta jalan keberlanjutan terbaru Schneider Electric, Impact 2030, yang terdiri dari empat pilar utama: mendorong elektrifikasi dunia, mentransformasi industri, menggali potensi sumber daya manusia, serta memberdayakan komunitas lokal. Kemajuan setiap pilar dipantau secara kuartalan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Pada kuartal pertama tahun 2026, Schneider Electric mencatat pengurangan emisi CO₂ Scope 1 dan 2 sebesar 82,5% dibandingkan baseline tahun 2017. Selain itu, sebanyak 47,5 juta MWh energi pelanggan berhasil dihemat atau dielektrifikasi, sedangkan sejumlah 20 juta ton emisi CO₂ berhasil dihemat dan dihindari Schneider Electric. Sebanyak 14% produk dan solusi Schneider Electric yang masih dalam tahap perancangan juga diklaim telah menunjukkan keunggulan dalam aspek circularity dan lingkungan.
“Diakui oleh TIME dan Statista selama tiga tahun berturut-turut merupakan sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Olivier Blum (Chief Executive Officer Schneider Electric). “Seiring dengan makin pentingnya peran energi dalam mendorong pertumbuhan, daya saing, dan kemajuan perusahaan, kebutuhan untuk menggunakan energi secara lebih cerdas juga terus meningkat.
“Kami percaya bahwa kecerdasan energi merupakan faktor penting yang mendukung efisiensi dan dekarbonisasi, sehingga dapat membantu pelanggan kami dalam menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus mengurangi emisi,” tambah Olivier.
Dalam kerangka Impact 2030, Schneider Electric turut memperluas keterlibatan seluruh ekosistem, termasuk para pemasok. Lebih dari 1.100 pemasok Schneider Electric dilibatkan dalam inisiatif Zero Carbon Pathway pada kuartal pertama tahun ini.
Pada sisi pemberdayaan masyarakat, lebih dari 2,8 juta orang mendapatkan manfaat dari akses listrik berkelanjutan melalui solusi yang didukung Schneider Electric. Sebanyak 113.000 orang mengikuti program peningkatan keterampilan di bidang energi, elektrifikasi, dan otomatisasi, sehingga total penerima pelatihan Schneider Electric sejak 2009 mencapai lebih dari 1,2 juta orang.
“Seiring dengan dimulainya siklus keberlanjutan yang baru dengan ambisi dan sikap terbuka, pengakuan ketiga ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat, sekaligus tanggung jawab untuk melangkah lebih jauh,” kata Esther Finidori (Chief Sustainability Officer Schneider Electric). “Impact 2030 memberi kami gambaran untuk memperluas dampak dan kami berharap dapat terus mempercepat perkembangan pada setiap kuartal.”
