Tencent Cloud Bantu XLSMART Rampungkan Migrasi Cloud dalam 4,5 Bulan

Tencent Cloud menyatakan berhasil mendukung XLSMART menyelesaikan proyek migrasi skala besar ke public cloud dalam waktu 4,5 bulan. Disampaikan melalui rilis belum lama ini, Tencent Cloud menyebutkan proyek tersebut menggunakan AI (artificial intelligence) di setiap tahapan migrasi untuk meningkatkan efisiensi proses. Migrasi ini sendiri dijelaskan sejalan dengan strategi modernisasi digital jangka panjang XLSMART, serta Tencent Cloud yang berperan sebagai mitra teknologi cloud strategis.

Sebagai hasil dari merger XL Axiata dan Smartfren, XLSMART menyebutkan menghadapi tantangan teknis yang kompleks. XLSMART mengatakan terdapat lebih dari 60 aplikasi inti dan 1.200 layanan mikro (microservice) yang tersebar di berbagai platform multi-cloud yang terfragmentasi, sehingga menyulitkan pengelolaan dan operasional secara terintegrasi. Mengatasinya, pada Desember 2025 XLSMART melakukan pergeseran strategi, sekaligus memulai proyek transformasi cloud strategis.

Dalam proyek migrasi skala besar ke public cloud yang rampung tersebut, sebanyak 1.200 layanan mikro, 1.100 API, dan 900 antarmuka bisnis diklaim berhasil dipindahkan tanpa gangguan layanan maupun downtime ke lingkungan cloud baru. Lebih dari 15 TB aset data inti juga berhasil ditransfer ke sana.

Proyek ini diklaim tidak menggunakan pendekatan lift-and-shift yang memindahkan sistem ke suatu lingkungan dari lingkungan lain tanpa pengubahan sistem. Sebaliknya, XLSMART mengungkapkan melakukan audit menyeluruh terhadap arsitektur sistem untuk menentukan komponen yang perlu dipertahankan, disesuaikan, maupun dioptimalkan.

Proses tersebut dijelaskan melibatkan lebih dari 10 vendor pihak ketiga, yang menambah kompleksitas koordinasi lintas vendor dan lintas bahasa. Meski menambah kompleksitas, pendekatan ini bisa memberikan peningkatan efisiensi operasional yang dinilai menjadi faktor utama keberhasilan transformasi.

“Proyek ini lebih dari sekadar migrasi ke cloud. Proyek ini membangun fondasi digital yang lebih kokoh, memungkinkan XLSMART untuk berinovasi lebih cepat, meningkatkan ketahanan operasional, dan terus meningkatkan pengalaman pelanggan. Bersama Tencent Cloud, kami telah membuktikan bagaimana kolaborasi yang erat dapat mempercepat transformasi berskala besar sekaligus menjaga keandalan layanan,” ujar Yessie D. Yosetya (Director and Chief Information & Technology Officer of XLSMART).

Bisa untuk Proyek Migrasi Berikutnya

Selama proses migrasi, Tencent Cloud mengeklaim mengembangkan lebih dari 20 “Skills” migrasi cloud yang didukung agen koding, CodeBuddy, dan agen AI workspace, WorkBuddy. Tencent Cloud menegaskan mulai dari tahap identifikasi hingga proses peralihan sistem, kemampuan aneka AI tersebut meningkatkan efisiensi keseluruhan tim migrasi secara signifikan. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan secara manual bisa dipangkas menjadi hanya beberapa minggu atau hari.

Tencent Cloud mengungkapkan dua Skills utama yang dikembangkan adalah untuk menangani tahap identifikasi sumber daya serta untuk analisis arsitektur. Dua yang selama ini menjadi tahap yang cukup memakan waktu. Skill pertama secara otomatis memindai lingkungan lintas akun dan memetakan ratusan spesifikasi sumber daya lama ke konfigurasi Tencent Cloud. Skill kedua secara otomatis menganalisis aset yang ditemukan untuk mengidentifikasi arsitektur aplikasi, lalu menghasilkan dokumen LLD (Low-Level Design) beserta diagram arsitektur.

Pendekatan tersebut mengalihkan peran para rekayasawan dari pekerjaan administratif seperti pendataan manual melalui spreadsheet, menjadi berfokus pada aktivitas yang lebih bernilai seperti tinjauan dan penyempurnaan desain. Seluruh Skills yang dikembangkan selama proyek pun diklaim telah dikonsolidasikan menjadi sebuah platform migrasi AI yang bisa digunakan kembali untuk proyek-proyek berikutnya.

“Kumpulan Skills migrasi cloud yang dikembangkan dalam proyek ini kini telah dikonsolidasikan menjadi sebuah platform migrasi yang dapat digunakan kembali. Platform tersebut akan terus diterapkan serta disempurnakan dalam proyek-proyek selanjutnya. Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan XLSMART dalam proyek yang menjadi tolok ukur bagi industri ini, dan kami akan terus memberikan dukungan teknis yang kuat untuk mendukung fase pertumbuhan selanjutnya,” sebut Poshu Yeung (Senior Vice President of Tencent Cloud, Head of Tencent Cloud International).

Selain itu, Tencent Cloud menambahkan menghadirkan lebih dari 20 produk inti mencakup layanan basis data, kontainer, solusi keamanan, dan intelligent advisor; serta menyelesaikan lebih dari 200 pengembangan fitur untuk memastikan kesesuaian dengan ekosistem teknologi global dan kebiasaan para pengguna cloud di pasar lokal. Semuanya untuk mendukung kebutuhan XLSMART.