DANA Kembali Hadirkan “Posko Bantuan Keliling” untuk Edukasi Pengguna

DANA baru-baru ini menyampaikan via rilis kembali menghadirkan layanan yang disebut “Posko Bantuan Keliling” di sejumlah daerah di Indonesia. DANA pertama kali menghadirkan Posko Bantuan Keliling pada pertengahan tahun 2025 silam di Jakarta, yang dilanjutkan secara bertahap hingga Desember 2025 ke sejumlah kawasan lain. Diklaim untuk antara lain memberikan edukasi ke masyarakat perihal keamanan transaksi digital, Posko Bantuan Keliling edisi terbaru ini, pada tahap pertama, hadir di tujuh daerah secara serentak.

DANA menyebutkan Posko Bantuan Keliling—dikenal juga dengan singkatannya, PBK—edisi terbaru tersebut hadir di Tasikmalaya, Cirebon, Musi Banyuasin, Jember, Palu, Batam, dan Pontianak. DANA menambahkan kehadiran Posko Bantuan Keliling di ketujuh kawasan yang dimaksud adalah sejak 18 Mei yang baru lalu. Selain menawarkan edukasi, Posko Bantuan Keliling pun menawarkan konsultasi dan bantuan bagi masyarakat, seperti halnya para pengguna DANA, perihal DANA maupun akun DANA mereka.

DANA menegaskan tren masyarakat nontunai di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. DANA mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi uang elektronik pada Januari–Juli 2025 meningkat sekitar 65,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dana meyakini pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi teknologi dan kemudahan transaksi digital, serta berbagai kebijakan Bank Indonesia untuk memperluas penggunaan QRIS dan dompet digital.

Namun, DANA memastikan meningkatnya hal-hal tesebut diiringi pula dengan banyaknya modus kejahatan siber seperti scam, phishing, dan rekayasa sosial yang menyasar masyarakat di tanah air, termasuk para pengguna DANA. Seperti yang telah diberitakan sejumlah media, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) mencatat “serangan siber” di Indonesia pada tahun 2025 melonjak sekitar 700% dibandingkan rata-rata tahunan selama tahun 2020–2024. Posko Bantuan Keliling DANA bisa membantu meningkatkan literasi masyarakat perihal ini.

“Di tengah transaksi digital yang terus tumbuh, kami percaya pendekatan face-to-face tetap penting untuk membangun kepercayaan pengguna dan memberikan rasa aman dalam bertransaksi. Kami juga memperluas jangkauan PBK melalui layanan live streaming, agar pengguna di wilayah yang belum dapat kami kunjungi secara langsung tetap bisa mendapatkan edukasi dan pendampingan. Lewat PBK, kami ingin pengguna dapat merasakan kehadiran DANA, baik melalui edukasi maupun pendampingan dalam penyelesaian kendala yang mereka alami,” sebut Cary Piantono (Chief Risk Officer DANA Indonesia).

DANA pun mengungkapkan temuan Posko Bantuan Keliling tahun 2025 yang mana 60% aduan para pengguna adalah permasalahan tentang akun DANA-nya. Posko Bantuan Keliling memang merupakan layanan pelanggan DANA dalam bentuk mobil keliling. Seperti telah disebutkan, Posko Bantuan Keliling menyediakan konsultasi langsung, edukasi keamanan digital/siber, serta bantuan penyelesaian kendala akun dan transaksi.

Pada Posko Bantuan Keliling tahun 2026, DANA memastikan masyarakat tetap bisa berkonsultasi langsung dan beroleh bantuan untuk kendala akun maupun transaksi. Selain itu, akan ada edukasi anti-scam, simulasi berbagai modus penipuan digital, bantuan update aplikasi, dan pengenalan fitur keamanan seperti Scam Checker. Adapun layanan luring Posko Bantuan Keliling akan tersedia pada setiap hari kerja pukul 09.00–15.00 waktu setempat.

Tahun ini, DANA mengeklaim pula akan memperluas jangkauan Posko Bantuan Keliling dari 26 daerah di 10 provinsi menjadi 36 wilayah di 20 provinsi, termasuk Ketapang, Lombok Timur, dan Samarinda. Tujuannya adalah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.