MediaTek dan Starlink Tunjukkan Layanan Satelit Darurat pada Perangkat Seluler

MediaTek beberapa waktu lalu menyampaikan via rilis berkolaborasi dengan Starlink untuk mendukung pesan peringatan darurat nirkabel pada perangkat seluler melalui komunikasi satelit. Hal ini memungkinkan berbagai pemberitahuan darurat hadir pada suatu perangkat seluler meski perangkat tersebut sedang tidak terkoneksi ke jaringan seluler, misalnya saat bencana alam. Mereka pun menunjukkan layanan satelit darurat pada perangkat seluler ini di Mobile World Congress 2026 yang diselenggarakan pada awal bulan Maret 2026.

Melalui kolaborasi tersebut para pengguna perangkat seluler di dunia diklaim bisa menerima peringatan-peringatan dari CMAS (Commercial Mobile Alert System), platform WEA (Wireless Emergency Alerts), dan ETWS (Earthquake and Tsunami Warning System) dus menyediakan komunikasi kritikal saat bencana alam atau situasi lain yang berpotensi mengancam nyawa. MediaTek menambahkan kolaborasi ini sudah diterapkan untuk layanan WEA di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Lebih dari 4,4 juta orang disebutkan pula telah terhubung ke Starlink Mobile selama keadaan darurat.

“Kami menggabungkan keandalan kami di bidang teknologi satelit dengan jaringan satelit milik Starlink untuk memastikan lebih banyak orang memiliki akses ke peringatan darurat demi keselamatan jiwa dalam situasi kritis,” kata JC Hsu (Corporate Senior VP dan General Manager of  the Wireless Communication Business Unit di MediaTek). “Solusi yang kami berikan ini adalah untuk mengatasi gap cakupan seluler yang sering terjadi selama bencana alam dan keadaan darurat lainnya, serta sebagai langkah penting untuk penerapan komersial teknologi NR-NTN yang terstandarisasi.”

Di MWC 2026 (Mobile World Congress 2026), MediaTek menyebutkan mendemonstrasikan layanan Starlink Mobile pada perangkat yang ditenagai oleh MediaTek M90. MediaTek M90 sendiri dijelaskan sebagai modem 5G pertama di dunia dengan teknologi satelit yang built-in. MediaTek pun menegaskan fitur Direct to Cell memanfaatkan S-Band untuk memastikan seorang pengguna bisa menggunakan perangkat seluler untuk menerima informasi kedaruratan secara tepat waktu, di mana saja di dunia.