Virtus Showcase 2026: Data yang Tepercaya untuk AI yang Tepercaya

Virtus Technology Indonesia baru saja menyelenggarakan Virtus Showcase 2026 di hotel Raffles di Jakarta. Virtus menyebutkan Virtus Showcase merupakan konferensi tahunan dan edisi tahun ini menekankan pentingnya kesiapan data dalam pemanfaatan AI (artificial intelligence) yang makin jauh pada proses bisnis: kesiapan data sebagai dasar untuk menghasilkan informasi dan keputusan yang bisa dipercaya. Dengan kata lain, data yang tepercaya untuk AI yang tepercaya. Seperti yang dikemukakan sejumlah pihak, AI memang bisa dibilang sebagai data plus komputasi: AI yang mumpuni butuh data yang mumpuni.

Mengambil tema “Delivering AI with Confidence: From Fragmented Data to Trusted Decisions”, Virtus mengemukakan Virtus Showcase 2026 membahas bagaimana para perusahaan di Indonesia bisa menghadapi kondisi data yang makin kompleks, sekaligus memastikan data dan infrastruktur yang menopang AI mampu mendukung pemanfaatan AI secara konsisten. Kesiapan data menjadi bagian yang makin penting dalam perjalanan AI suatu perusahaan di tanah air. Begitu pula halnya dengan infrastruktur.

“Ketika AI mulai masuk ke proses bisnis, kualitas hasilnya tidak hanya ditentukan oleh model yang digunakan. Kita juga perlu melihat data yang menjadi dasarnya, bagaimana data tersebut dikelola, serta bagaimana seluruh lingkungan teknologi mendukung proses tersebut. Kalau fondasinya tidak siap, kemampuan AI yang semakin tinggi belum tentu menghasilkan keputusan yang semakin baik,” sebut Christian Atmadjaja (Direktur Virtus Technology Indonesia).

Meskipun bukan spesifik Indonesia, berdasarkan suvei yang dilakukan Gartner pada tahun 2024, Gartner pun memberikan prediksi yang menunjukkan pentingnya kesiapan data dalam pemanfaatan AI. Gartner meprediksikan para organisasi sepanjang tahun 2026 akan menghentikan 60% proyek AI yang tidak didukung oleh data yang AI-ready.

Menghadirkan sejumlah pembicara, Virtus mengutarakan Virtus Showcase 2026 menampilkan antara lain Alex Budiyanto (President DAMA Indonesia) dan Norman Sasono (Chief Technology Officer DANA Indonesia). Alex hadir sebagai expert keynote speaker yang membahas pentingnya manajemen data dalam mempersiapkan para perusahaan untuk memanfaatkan AI, sedangkan Norman memberikan perspektif mengenai kebutuhan dan tantangan pengelolaan data ketika AI digunakan dalam lingkungan bisnis.

Terdapat pula sesi media roundtable. Pada sesi ini, Virtus Showcase 2026 menghadirkan antara lain Mohamad Rosidi (Director of ICT Strategy & Business, Huawei Indonesia). Rosidi mengangkat mengenai visi All Intelligence yang merujuk pada AI berperan sebagai penggerak transformasi menuju dunia yang makin cerdas dengan mengintegrasikan kecerdasan ke seluruh rantai nilai digital.

Kesiapan Data dan Infrastruktur

Alex menjelaskan para perusahaan tidak jarang memiliki data yang belum siap digunakan untuk AI. Data tersebut bisa tidak lengkap, tidak konsisten, tidak lagi relevan, maupun tidak cukup merepresentasikan kondisi sebenarnya. Para perusahaan juga bisa menghadapi perbedaan definisi, ketidakjelasan sumber data, serta belum adanya pihak yang bertanggung jawab atas kualitasnya.

(ki-ka) Christian Atmadjaja dan Mohamad Rosidi.
(ki-ka) Christian Atmadjaja (Direktur Virtus Technology Indonesia) dan Mohamad Rosidi (Director of ICT Strategy & Business, Huawei Indonesia) usai media roundtable Virtus Showcase 2026.

Oleh karena itu, Alex menyebutkan manajemen data untuk kesiapan data menjadi makin penting ketika para perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan bisnis. Pengelolaan data tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan, melainkan mencakup pula bagaimana data dikembangkan, dikelola, dilindungi, dan dipertahankan nilainya sepanjang siklus hidup data.

Namun, Alex menegaskan kualitas data perlu dinilai berdasarkan tujuan penggunaannya atau prinsip fit for purpose. Suatu perusahaan harus menentukan keputusan atau proses bisnis yang akan didukung oleh AI, data yang diperlukan, tingkat kualitas yang harus dipenuhi, dan risiko yang perlu diantisipasi.

“Untuk menilai kesiapan data bagi AI, perusahaan dapat melihat indikator seperti akurasi, kelengkapan, konsistensi, validitas, tingkat duplikasi, dan ketepatan waktu. Penilaian juga perlu mencakup keterwakilan data terhadap kondisi sebenarnya, tingkat bias yang dapat diterima, keterlacakan asal-usul data, serta keakuratan dan keandalan label yang digunakan,” kata Alex.

Norman juga menekankan pentingnya data dus kesiapan data ini. Menurutnya, dari perspektif bisnis, penggunaan AI saja tidak cukup untuk menjadi pembeda di tengah persaingan. Kemampuan suatu perusahaan memanfaatkan data yang dimiliki menjadi faktor penting untuk menghasilkan insight yang relevan dan mendukung pengambilan keputusan.

“Di tengah makin luasnya pemanfaatan AI oleh perusahaan, data menjadi pembeda yang lebih penting. Setiap perusahaan memiliki data yang berbeda, dan bagaimana data tersebut dikelola menjadi kunci untuk menciptakan nilai bisnis. Bukan AI-nya,” tegas Norman.

Sementara itu, Rosidi melalui visi All Intelligence mengatakan AI berperan sebagai penggerak transformasi menuju dunia yang makin cerdas dengan mengintegrasikan kecerdasan ke seluruh rantai nilai digital, mulai dari infrastruktur, aplikasi, proses bisnis, sampai layanan. Pendekatan ini memungkinkan para perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat, meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan operasional, dan mempercepat inovasi lewat fondasi data yang tepercaya, infrastruktur digital yang terintegrasi, dan kolaborasi ekosistem.

“Bagi Huawei, All Intelligence berarti menghadirkan kecerdasan di setiap bagian ekosistem, dari infrastruktur hingga aplikasi, sehingga setiap industri dan pemangku kepentingan dapat memanfaatkan AI secara lebih optimal sebagai enabler mengambil keputusan yang lebih tepat, meningkatkan kinerja operasional, dan menciptakan peluang pertumbuhan baru. Kami melihat bahwa masa depan AI ditentukan oleh kemampuan kita menghubungkan data, jaringan, komputasi dan aplikasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi, aman dan tepercaya,” ujar Rosidi.

“Melalui pendekatan ini, bersama seluruh ekosistem digital, Huawei ingin mendukung Indonesia dalam mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi bisnis dan masyarakat,” pungkasnya.