Metrodata pun mengeklaim telah memiliki lebih dari seratus use case implementasi AI yang setidaknya cukup bagus di perusahaan-perusahaan di tanah air. Metrodata menyebutkan suatu use case implementasi AI yang setidaknya cukup bagus di sebuah perusahaan bisa menjadi contoh implementasi AI di perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama, industri yang mirip, maupun yang memiliki kemiripan.
Berbagai use case yang dimaksud bisa membantu aneka perusahaan di Indonesia, bukan hanya dalam mengimplementasikan AI, melainkan juga beroleh dampak nyata AI yang positif bagi bisnis. Berbagai use case tersebut melengkapi aneka pengetahuan lain dan solusi TI yang ditawarkan Metrodata bersama para mitra. Aneka pengetahuan lain dan solusi TI bersangkutan juga tentunya bisa membantu para perusahaan di tanah air dalam mengimplementasikan AI dan beroleh dampak nyata AI yang positif bagi bisnis.
Mitra Global
Seperti telah disebutkan, Metrodata memiliki banyak mitra. Namun, bukan sekadar banyak, melainkan banyak pula dari mereka yang merupakan vendor TI global. Para mitra ini sewajarnya menjadi tambahan kekuatan Metrodata. Pasalnya, mereka tidak hanya membuat Metrodata menawarkan solusi TI yang lengkap, melainkan juga banyak yang kelasnya dunia. Begitu pula dengan pengetahuan masing-masing mitra yang banyak cakupannya global.
Pada Metrodata Solution Day 2026, Metrodata mengatakan sebanyak lebih dari 30 vendor TI global turut berpartisipasi. Sebagian dari mereka menjadi pembicara pada sesi umum maupun pada sesi khusus—lebih kecil. Sebagian lagi berbagi solusi dan pengetahuan pada sesi khusus saja. Berbagai solusi dan pengetahun yang disampaikan pada Metrodata Solution Day 2026 pun bisa membantu para perusahaan di Indonesia dalam mengimplementasikan AI dan mendapatkan dampak nyata AI yang positif bagi bisnis.
Tiga di antara para mitra global yang berpartisipasi pada Metrodata Solution Day 2026 adalah Red Hat, Salesforce, dan Palo Alto Networks.
Berbasiskan open source, Red Hat antara lain mengedepankan tiga hal yang disebutnya menjadi dasar dari proyek AI yang sukses. Ketiga hal tersebut adalah konsistensi platform, konsistensi operasional, dan fleksibilitas. Red Hat menegaskan bisa memberikan ketiga hal yang dimaksud bagi para perusahaan di Indonesia.

“Jadi, dari platform consistency, operational consistency, dan juga fleksibilitas,” kata Vony Tjiu (Country Manager, Red Hat Indonesia). “Di Red Hat kita percaya masa depan AI ya, itu adalah open. Open artinya lahir dari komunitas open source, namun tetap di-support dengan enterprise open source support dari Red Hat. Open artinya ada pilihannya, bisa running any model, any cloud, any accelerator.”
Salesforce antara lain menyorot agentic AI. Salesforce meyakini agentic AI bisa menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan di tanah air untuk meningkatkan bisnis. Salesforce percaya agentic AI bisa membuat para perusahaan di Indonesia meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta meningkatkan jangkauan bisnis ke tingkat regional bahkan global. Dengan Agentforce—agentic AI Salesforce, Salesforce mengeklaim memudahkan para perusahaan di tanah air memanfaatkan agentic AI.
“Agentic AI benar-benar men, mendefinisikan ulang cara para bisnis bisa membangun, menjalankan, dan mengembangkan. Sebagai contoh, agen-agen AI kini berperan sebagai garda terdepan dalam layanan pelanggan. Mereka bisa menjawab berbagai panggilan telepon, membalas aneka pesan teks, menanggapi berbagai e-mail, serta menyelesaikan aneka masalah secara real-time, 24/7, menggunakan bahasa alami,” ungkap Pravar Gautam (Vice President, Alliances & Channels, ASEAN at Salesforce). “Agentic AI juga memungkinkan [membebaskan] manusia untuk melakukan hal-hal yang menjadi keunggulan mereka.”
Sementara itu, Palo Alto Networks berfokus pada keamanan siber. Palo Alto Networks menyebutkan para penjahat siber kini memanfaatkan AI dalam melakukan serangan siber serta AI bisa menemukan lebih banyak kerentanan dan menemukan kerentanan secara lebih cepat. Alhasil, para perusahaan di Indonesia perlu platform keamanan siber terpadu yang ditenagai AI, seperti yang ditawarkan Palo Alto Networks, agar bisa mengamankan sumber daya secara lebih menyeluruh dan cepat, termasuk AI yang dipakai.
“jadi, menurut kami mengamankan AI bukanlah tentang menambahkan tools baru, melainkan tentang mengambil pendekatan platform yang terpadu untuk keamanan siber,” pungkas Arthur Siahaan (Solutions Consulting Manager, Palo Alto Networks).
