BAKTI menjelaskan BAKTI AKSI sebagai program internet gratis pada beberapa sektor layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, pertahanan dan keamanan, serta kantor pemerintahan daerah yang telah terealisasi di lebih dari 31.864 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun BAKTI Sinyal merujuk pada program pembangunan BTS yang kini hadir di 6.747 desa di tanah air.
Baik Flores Timur maupun Parigi Moutong, keduanya mengeklaim kehadiran akses internet BAKTI membuat banyak anggota masyarakat yang menjadi lebih mudah dalam mengakses internet. Berbagai guru, anak sekolah, dan anggota masyarakat lain tidak perlu lagi berjalan jauh ke lokasi tertentu maupun memanjat pohon untuk mendapatkan koneksi ke internet.
“Terima kasih untuk BAKTI, karena sudah hak, hadir di Flores Timur, sudah 6 BTS yang dibangun, kemudian sekitar 262 akses internet yang dibantu di Flores Timur pada fasilitas perkantoran pemerintahan sampai ke desa, kemudian sekolah-sekolah dan juga fasilitas kesehatan. Sebelum itu, memang sangat sulit, untuk mendapatkan sinyal itu, masyarakat kami atau teman-teman di sekolah, bahkan di fasilitas kesehatan, puskesmas, pustu, harus menjangkau berkilo-kilometer jarak untuk mendapatkan tempat bersinyal sehingga bisa mengakses informasi, memberikan laporan, menyampaikan data,” kata Silvester Suban Toa Kabelen (Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Flores Timur).
“Kami, kalau jenjang SMA, SMK itu di bawah kewanangan provinsi,” sebut Konrardus Kudarto, S.Pd (Kepala Sekolah SMAN 1 Titehena). “Jadi komunikasi kami harus melalui handphone atau internet dan itu sangat dibutuhkan. Nah, 2016 ketika saya kepala sekolah itu juga sekolah tempat, desa tempat sekolah berdiri itu, itu titik-titik blank spot itu, tidak ada sinyal, hanya tempat-tempat tertentu yang munculnya bisa 4G, bisa di atas pohon.”
Hal tersebut juga membuka aneka peluang seperti modernisasi sekolah dan optimalisasi rujukan layanan medis puskesmas di Flores Timur serta pemasaran produk via media sosial dan pengecekan harga terkini dari hasil pertanian di Parigi Moutong. Perluasan akses internet ke daerah-daerah 3T oleh BAKTI membolehkan masyarakat 3T untuk hidup lebih baik.
Modernisasi sekolah antara lain pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) dan TKA (Tes Kemampuan Akademik). Optimalisasi rujukan layanan medis puskesmas memastikan pasien saat tiba di rumah sakit tidak ditolak karena misalnya ruangan penuh. Pemasaran produk via media sosial memperluas pasar. Sementara itu, pengecekan harga terkini dari hasil pertanian memastikan harga jual tidak kerendahan khususnya bila harga mengalami peningkatan.
“Perlu kami sampaikan, kami berterima kasih kepada BAKTI sudah membantu Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2019 itu, kami mendapat bantuan kurang lebih 50, empat, empat tower dan tahun 2021 ada 50 desa. Jadi, total keseluruhan itu ada 54 desa,” ucap Hairudin, S.Sos., M.I.Kom (Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Parigi Moutung). “Kami bersyukur, masyarakat di sana juga sudah bisa mengetahui ketika ada penjualan-penjualan, misalnya hasil pertanian mereka. Karena dulu, itu para petani itu masih banyak dibohong, dibohongi para tengkulak, yang sebenarnya harga itu sudah naik, tapi para tengkulak ini sampaikan bahwa harganya turun.”
Namun, pada acara bertajuk “Memeratakan Akses Informasi ke Penjuru Negeri” ini, Flores Timur maupun Parigi Moutong juga sama-sama berharap BAKTI bisa meningkatkan akses internet di daerahnya masing-masing. Mereka berharap ke depannya BAKTI bisa melakukan penambahan bandwidth maupun melakukan penambahan jangkauan.
“Saya tambahkkan bahwa dampak dari BTS itu sangat baik bagi masyarakat kami. Tentunya kami berharap kepada pemerintah pusat agar supaya akses jaringannya supaya diperluas lagi. Karena sebagian yang sudah bisa terakses sebagai belum. Oleh sebab itu, kalau bisa diperluas lagi,” pungkas Yuslan (Kepala Desa Bainaa Barat).
