STT GDC Ekspansi STT Jakarta Campus: Menuju Kampus Pusat Data > 360 MW

Bukan Sekadar Penambahan Kapasitas Daya

Namun, STT GDC memastikan penambahan sejumlah pusat data di STT Jakarta Campus bukan sekadar penambahan kapasitas daya. STT GDC menegaskan, dengan pusat-pusat data dan berbagai fasilitas lain, STT Jakarta Campus merupakan suatu platform. STT GDC menegaskan STT Jakarta Campus adalah suatu platform tempat para pelanggan bisa bertumbuh dari puluhan megawatt ke ratusan megawatt tanpa disrupsi berhubung merupakan ekosistem yang terkoneksi dan scalable.

Apalagi PLN menghadirkan gardu induk tegangan tinggi di STT Jakarta Campus. Peresmian dari gardu induk tegangan tinggi PLN di STT Jakarta Campus tersebut juga dilakukan bersamaan dengan peluncuran resmi STT Jakarta 2, penyelesaian pembangunan struktur utama STT Jakarta 3, serta peletakan batu pertama STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6. STT GDC mengatakan gardu induk tegangan tinggi PLN di STT Jakarta Campus membolehkan keandalan pasokan litrik dan efisiensi transmisi listrik yang lebh baik.

Gardu induk tegangan tinggi PLN di STT Jakarta Campus ini pun diklaim sebagai gardu induk tegangan tinggi PLN di kampus pusat data yang telah dialiri listrik pertama di Indonesia. Bukan sekadar gardu induk tegangan tinggi, STT GDC juga menyebutkan sedang menerapkan strategi energi terbarukan bekerja sama dengan PLN yang dirancang untuk membolehkan STT Jakarta Campus beroperasi dengan emisi karbon netral sejak hari pertama.

Perihal keberlanjutan, STT GDC menambahkan aspek keberlanjutan memang telah terintegrasi dalam pengembangan STT Jakarta Campus. Selain yang telah disebutkan, STT GDC mencontohkan STT Jakarta 3 yang dirancang untuk memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi serta untuk menggunakan sistem pendingin dengan potensi pemanasan global yang lebih rendah.

“Pusat-pusat data tampak seperti benteng-benteng yang dari luar terlihat sebagai dinding-dinding belaka. Anda tidak melihat lapangan kerja yang diciptakannya. Lapangan kerja itu ada di tempat para pengguna akhir berada—orang-orang yang memanfaatkan ekonomi digital. Saya juga sangat senang bahwa STT GDC telah menekankan aspek keberlanjutan pada pusat-pusat data barunya,” ucap Kwok Fook Seng (Duta Besar Singapura untuk Indonesia).

Konferensi pers ekspansi STT Jakarta Campus.
Saribua Siahaan (kedua dari kiri) dan Hendrikus Hendra Gozali (kanan) saat konferensi pers ekspansi STT Jakarta Campus.

“Fakta yang baru saja saya ketahui dari Pak Bruno, 83% dari operasi global STT GDC ditenagai oleh energi terbarukan. Dengan demikian, mereka memiliki kemampuan untuk menerapkan beberapa praktik terbaik global ini ke dalam apa yang sedang mereka bangun di sini, di Indonesia pada masa yang sangat krusial ketika negara ini sedang memulai perjalanan transisi energinya,” lanjutnya.

STT GDC pun menegaskan penambahan sejumlah pusat data di STT Jakarta Campus menunjukkan kepercayaan kepada sumber daya manusia Indonesia. Pasalnya STT GDC mengeklaim STT Jakarta Campus dioperasikan oleh orang Indonesia dan seluruh karyawan STT GDC Indonesia adalah orang Indonesia. STT GDC juga mengeklaim memperkuat kemitraan dengan aneka institusi pendidikan vokasi di tanah air, termasuk ATMI Cikarang, untuk mengembangkan talenta-talenta yang terampil mengoperasikan pusat data.

Terhadap masyarakat sekitar STT Jakarta Campus, STT GDC memastikan pula memberikan kontribusi melalui berbagai inisiatif. Dua di antaranya adalah pembangunan fasilitas bulu tangkis komunitas untuk masyarakat sekitar serta penanaman mangrove untuk mendukung ketahanan kawasan pesisir dan mata pencaharian masyarakat setempat.

“Hal yang paling saya banggakan bukan yang diukur dalam megawatt, melainkan yang diukur dalam orang. Lima, empat tahun yang lalu, kami memulai pembangunan di sini, di Cikarang dengan tim kecil dan keyakinan yang teguh bahwa Indonesia akan membutuhkan infrastruktur digital kelas dunia, serta bahwa infrastruktur tersebut seharusnya dibangun oleh orang Indonesia,” sebut Hendrikus Hendra Gozali (Country Head STT GDC Indonesia).

“Saat ini, kampus ini dioperasikan dan dikelola oleh tim lokal yang keahliannya setara dengan apa pun yang pernah saya lihat di kawasan ini: para rekayasawan, teknisi, dan manajer proyek … dan komitmen kami tidak sebatas kampus saja,” tegas Hendrikus. “Kontribusi kami di sini tidak hanya untuk profit, tapi juga untuk bangsa dan negara ini.”