Platform pengajuan visa digital SPUN menggandeng PSrE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik) Privy untuk memudahkan proses pengajuan visa digital bagi masyarakat Indonesia. Melalui integrasi ini, masyarakat dapat memulai pengajuan visa langsung dengan Login with Privy di website SPUN, serta melalui fitur Privy Hub di aplikasi Privy tanpa registrasi ulang.
Dikabarkan melalui rilis, SPUN mengeklaim dalam kurun waktu 1 bulan sejak integrasi berjalan, ribuan orang telah mengakses SPUN melalui identitas digital Privy. Makin memperkenalkan kerja sama ini, SPUN dan Privy pun megnhadirkan aktivasi edukatif dan interaktif di Stasiun MRT Blok A, Jakarta, yang berlangsung mulai 8 Juni hingga 7 Juli 2026.
Kolaborasi SPUN dan Privy hadir di tengah meningkatnya mobilitas perjalanan internasional warga Indonesia. BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Maret 2026 mencapai 793.160 orang, naik 36,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari–April 2026 mencapai 4,68 juta orang, tumbuh 8,24% dibandingkan periode sebelumnya.
Christa Sabathaly (CEO dan Co-founder SPUN) menyatakan bahwa kerumitan proses pengajuan visa kerap menjadi hambatan nyata bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri, bukan semata karena ketidaklayakan dokumen, melainkan karena prosesnya yang dinilai rumit dan rentan terhadap praktik tidak bertanggung jawab.
“Di sinilah SPUN hadir. Lewat SPUN yang terdaftar resmi sebagai agen perjalanan wisata serta jasa konsultasi pariwisata, masyarakat bisa mengajukan visa secara digital dan data dilindungi dengan aman; didukung pendampingan dokumen untuk lebih dari 400 jenis visa di lebih dari 90 negara; dengan garansi uang kembali jika visa ditolak sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Christa.
Christa menambahkan, pemilihan Stasiun MRT Blok A sebagai lokasi aktivasi didasarkan pada keragaman orang yang melintas setiap harinya. “Profesional yang akan menghadiri conference, pelajar yang bermimpi kuliah di luar negeri, keluarga yang merencanakan liburan pertama mereka ke luar negeri,” katanya. Aktivasi ini juga melibatkan ChinaGo sebagai mitra destinasi Tiongkok dan AFS Bina Antar Budaya sebagai mitra program pertukaran pelajar internasional.
Marshall Pribadi (CEO dan Founder Privy) menyebut integrasi dengan SPUN sebagai bagian dari upaya memastikan pemanfaatan identitas digital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. “Integrasi dengan SPUN melalui kanal PrivyHub kami merupakan langkah nyata menuju ekosistem digital yang lebih efisien dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia,” sebutnya.
Farchad Mahfud (Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda)) pun mengungkapkan dukungan akan pemanfaatan ruang stasiun untuk menghadirkan layanan yang relevan bagi masyarakat. “Kehadiran SPUN dan Privy di Stasiun MRT Blok A menjadi salah satu contoh bagaimana stasiun dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan digital kepada masyarakat melalui akses yang mudah, nyaman, dan terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari,” tutupnya.
