Microsoft Indonesia belum lama ini menegaskan komitmennya dalam mendukung para organisasi di Indonesia mengadopsi AI (artificial intelligence) secara aman, patuh terhadap regulasi, dan berdampak nyata. Microsoft percaya hal-hal tersebut makin krusial sejalan dengan percepatan adopsi AI di tanah air. Disampaikan via rilis, penegasan ini diutarakan pada Microsoft AI Summit Indonesia. Microsot pun memastikan seluruh inovasi cloud dan AI yang dihadirkan melalui Indonesia Central cloud region dirancang untuk memenuhi hal-hal itu.
“Di era Frontier AI, kepercayaan menjadi fondasi utama. Kami berkomitmen untuk menghadirkan teknologi cloud dan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga selaras dengan kebutuhan regulasi di Indonesia. Dengan infrastruktur lokal dan kapabilitas keamanan kelas dunia, kami ingin memastikan bahwa setiap organisasi—termasuk di sektor jasa keuangan—dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance,” ungkap Dharma Simorangkir (President Director Microsoft Indonesia).
Diklaim dihadiri ratusan pemimpin bisnis, regulator, dan mitra industri; pada Microsoft AI Summit Indonesia, Microsoft mengedepankan dua bukti adopsi AI oleh organisasi di tanah air yang dibolehkan—setidaknya belakangan—Indonesia Central cloud region. Kedua organisasi tersebut adalah BNI Finance di sektor jasa keuangan dan Universitas Terbuka di sektor pendidikan tinggi. Kedua sektor ini ditegaskan menuntut standar kepercayaan, keamanan, dan tata kelola tertinggi.
Indonesia Central cloud region sendiri diluncurkan pada Mei 2025. Microsoft mengeklaim Indonesia Central cloud region telah menjadi fondasi penting bagi para organisasi di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital dan AI mereka. Dengan kemampuan AI-ready hyperscale cloud, data residency di dalam negeri, serta enterprise-grade security dan compliance, platform ini dipastikan mendukung kebutuhan sektor-sektor dengan regulasi ketat, termasuk jasa keuangan.

“Kami memandang bahwa pemanfaatan AI, cloud, dan teknologi digital di sektor jasa keuangan perlu terus didorong secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang terukur, keamanan siber, dan perlindungan konsumen yang memadai. Kami percaya bahwa kolaborasi antara regulator, penyedia teknologi, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, dan talenta digital Indonesia menjadi salah satu kunci dalam mempercepat transformasi keuangan digital nasional. Teknologi AI, cloud, data analytics, dan berbagai solusi digital memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat pengawasan, mendorong inklusi, serta menghadirkan layanan keuangan yang relevan dan terpercaya bagi masyarakat,” ucap Hernawan Bekti Sasongko (Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia).
BNI Finance
Microsoft menyebutkan BNI Finance menjadi salah satu contoh bagaimana adopsi cloud dan AI yang dibolehkan Indonesia Central cloud region bisa memberikan dampak nyata dalam kerangka regulasi yang ketat. Microsoft menjelaskan BNI Finance melakukan migrasi sistem inti (core system) mereka ke Microsoft Azure melalui Indonesia Central cloud region untuk meningkatkan keandalan layanan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi sektor jasa keuangan. Migrasi ini diklaim mencakup lebih dari 200 TB data dan 100+ aplikasi, yang berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 bulan tanpa mengganggu operasional bisnis.
Implementasi ini ditegaskan menunjukkan bahwa inovasi berbasis AI bisa berjalan seiring dengan standar keamanan dan kepatuhan yang tinggi—mewakili bagaimana berbagai organisasi di Indonesia mulai memasuki fase baru, dari eksperimen menuju implementasi berskala penuh.
Universitas Terbuka
Di sektor pendidikan tinggi, Microsoft mengatakan Universitas Terbuka, dikenal juga dengan singkatan UT, menunjukkan bagaimana cloud dan AI bisa memperluas akses pendidikan dengan tetap menjaga integritas akademik. Universitas Terbuka diungkapkan melayani lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar dan 768.248 mahasiswa aktif pada Semester 1 Tahun 2025—salah satu institusi pendidikan tinggi terbesar di kawasan.
Microsoft mengemukakan Universitas Terbuka berkolaborasi dengannya sejak tahun 2013 serta memanfaatkan Microsoft Azure, Azure OpenAI Service, dan Microsoft Foundry untuk mengembangkan AI Tutor—asisten pembelajaran kontekstual yang merujuk pada materi ajar resmi Universitas Terbuka. Microsoft menyebutkan AI Tutor telah diterapkan pada sekitar 500 kelas dan digunakan oleh lebih dari 100.000 mahasiswa, dengan dampak nyata berupa peningkatan partisipasi diskusi daring serta percepatan siklus penilaian tugas.
