Canva Kenalkan Canva AI 2.0, Hadirkan Agentic AI dengan Percakapan

Canva mengenalkan Canva AI 2.0 dalam acara tahunan, Canva Create 2026, di Los Angeles, Amerika Serikat pada pertengahan April 2026 lalu. Canva menyebutkan Canva AI 2.0 mengubah platform untuk desain tersebut menjadi platform agentic AI dengan percakapan untuk desain. Disampaikan via rilis, Canva AI 2.0 dikllaim membolehkan para pengguna untuk memulai pembuatan suatu desain dengan sebuah ide lalu membicarakannya dengan Canva AI alih-alih dengan sebuah template maupun halaman kosong seperti sebelumnya.

Secara lebih spesifik, Canva mengatakan Canva AI 2.0 (AI Canva 2.0 pada Canva dengan Bahasa Indonesia) membolehkan para pengguna untuk memulai pembuatan suatu desain dengan sebuah ide, tujuan, catatan singkat, sketsa kasar, maupun pemikiran yang belum selesai lalu mengerjakannya dalam percakapan dengan Canva AI. Canva AI ini kemudian akan menggabungkan desain-desain dari komponen-komponen individual dengan tata letak, hierarki, dan identitas merek yang sudah terintegrasi sejak hasil awal.

Namun, Canva memastikan setiap elemen tersebut tetap tersusun berlapis dan bisa disunting sepenuhnya. Para pengguna bisa langsung mengolah, berkolaborasi, menyempurnakan, dan melakukan iterasi seiring berkembangnya ide-ide mereka. Canva AI pun diklaim mendukung permintaan untuk membuat rencana kampanye multisaluran seperti untuk peluncuran suatu produk. Bila ini dilakukan, Canva AI akan menghasilkan konten dalam berbagai format, untuk setiap saluran, serta sesuai dengan identitas merek.

Canva AI 2.0 sudah tersedia sejak dikenalkan sebagai research preview, yang akan dilakukan secara bertahap kepada satu juta pengguna pertama yang akan melihatnya di beranda Canva. Akses ini akan diperluas secara progresif kepada para pengguna lain selama beberapa minggu sesudahnya.

Kapabilitas Utama Canva AI 2.0

Canva memaparkan Canva AI 2.0 menghadirkan lapisan arsitektur baru yang canggih, yang mendefinisikan ulang seluruh proses desain, menjadikan ide lebih mudah diwujudkan dari sebelumnya. Hal ini menandai perubahan terbesar Canva sejak mengalihkan desain dari peranti lunak desktop yang kompleks ke peramban (browser).

Terdapat empat kapabilitas utama Canva AI 2.0 yang dikedapankan Canva. Keempat kapabilitas utama tersebut adalah desain berbasis percakapan, agentic orchestration, kecerdasan berbasis objek yang berlapis, dan memory library. Berikut penjelasan Canva akan masing-masing kapabilitas yang dimaksud.

Desain berbasis percakapan memungkinkan para pengguna mendapatkan desain lengkap dari Canva AI hanya dengan mendeskripsikan ide, tujuan, struktur, dan sejenisnya dalam bahasa sehari-hari. Desain yang dihasilkan, seperti telah disebutkan, sepenuhnya bisa disunting dan dilengkapi struktur, merek, serta tata letak dari awal. Canva AI pun akan terus mendampingi para pengguna pada keseluruhan proses kreatif.

Memulai desain dengan Canva AI 2.0 bisa dari ide.
Dengan Canva AI 2.0, memulai desain bisa dari ide lalu melakukan percakapan dengan Canva AI. (Dok. Canva)

Agentic orchestration menghadirkan AI yang mampu bekerja sama dengan para pengguna dengan mengintegrasikan seluruh rangkaian alat Canva secara otomatis untuk mendapatkan hasil yang utuh. Agentic orchestration memungkinkan pula Canva AI mengeksekusi perintah kompleks, seperti membuat rencana kampanye multiplatform dari sebuah instruksi.

Kecerdasan berbasis objek yang berlapis memungkinkan penyuntingan elemen tertentu dari desain secara akurat tanpa harus memulai ulang dari awal serta tanpa mengubah elemen lainnya. Semua hasil kreasi Canva AI 2.0 akan tetap terstruktur dan bisa sepenuhnya disunting, seolah-olah dibuat di editor dari nol.

Memory library mengubah setiap interaksi pengguna menjadi sebuah building block. Berkat memori yang persisten, Canva AI mengerti cara para pengguna bekerja, mengaplikasikan preferensi para pengguna secara otomatis, serta menyimpan setiap proyek dari merek. Makin sering suatu pengguna menggunakannya, Canva AI makin mengenal pengguna tersebut.

Canva AI 2.0 Mungkinkan Alur-Alur Kerja Baru

Canva juga mengeklaim, berdasarkan kapabilitas-kapabilitas utama di atas, Canva AI 2.0 memungkinkan alur-alur kerja baru yang memperluas Canva AI 2.0 ke seluruh proses kreatif suatu pengguna. Canva menegaskan Canva bisa menjadi tempat suatu tim untuk memulai dan mengakhiri hari. Terdapat tujuh fasilitas yang dikedepankan perihal ini, yakni Konektor, Penjadwalan, Riset Web, Informasi Merek, Canva Code 2.0, Sheets AI, dan Template Remix. Berikut penjelasan Canva akan masing-masing fasiltas yang dimaksud.

Konektor menghubungkan platform dengan aplikasi pihak ketiga seperti Slack, Gmail, Google Drive, Notion, Zoom, HubSpot, dan Google Kalender, sehingga para pengguna bisa menghasilkan konten langsung dari data di aplikasi-aplikasi tersebut.

Penjadwalan memungkinkan suatu tugas, termasuk tugas berulang dijalankan secara otomatis di latar belakang.

Riset Web mengumpulkan dan menyusun data dari web, lalu menghadirkannya ke dalam desain suatu pengguna sebagai konten yang terstruktur dan bisa disunting.

Informasi Merek memastikan setiap desain selalu diawali dan disesuaikan untuk menjaga konsistensi suatu merek.

Canva Code 2.0 membolehkan para pengguna mendeskripsikan yang dikehendaki dan Canva AI akan membangun pengalaman-pengalaman lengkap dan responsif yang bisa berjalan pada berbagai perangkat.

Sheets AI menghasilkan spreadsheet terstruktur dan menarik dengan data dan riset yang relevan berdasarkan deskripsi kebutuhan suatu pengguna.

Template Remix membolehkan Canva AI membentuk aneka template pada pustaka template Canva menjadi sesuai kebutuhan para pengguna.

Canva Offline

Selain Canva AI 2.0, Canva juga mengungkapkan Canva Offline. Diklaim sebagai salah satu fitur yang paling banyak diminta, Canva Offline memungkinkan para pengguna untuk tetap berkarya saat tidak terkoneksi internet. Tersedia gratis untuk semua pengguna, Canva Offline membolehkan para pengguna menyimpan desain untuk digunakan secara luring dan akan menyinkronkan pembaruan secara otomatis saat mereka kembali terkoneksi ke internet.