Infobip baru-baru ini menyampaikan via rilis telah secara resmi meluncurkan AgentOS. Menyebut dirinya sebagai platform komunikasi cloud global berbasis AI (artificial intelligence), Infobip menjelaskan AgentOS merupakan solusi AI-native yang dikelola secara menyeluruh sebagai fondasi utama sejak awal. Dikembangkan di atas teknologi agen AI-nya, Infobip mengatakan AgentOS adalah fondasi cerdas untuk menghadirkan komunikasi pelanggan yang berjalan secara otonom: untuk orkestrasi komunikasi berbasis AI skala besar.
Infobip menambahkan AgentOS merupakan langkah strategis dalam evolusi Infobip, dari platform komunikasi menjadi intelligent orchestration layer pada era AI. Melalui Infobip AgentOS, suatu perusahaan bisa beralih dari pendekatan kampanye dan alur kerja yang bersifat statis menuju interaksi pelanggan yang otonom, terarah, dan berorientasi pada pencapaian tujuan bisnis.
Model komunikasi berbasis AI memungkinkan terwujudnya komunikasi pelanggan yang otonom, hyper-personalized, serta menghadirkan konten yang relevan dan menarik di berbagai kanal. Namun, Infobip menilai hal tesebut hanya bisa dicapai jika para agen AI memiliki pandangan terpadu terhadap seluruh titik interaksi pelanggan. Alhasil suatu perusahaan perlu menghilangkan silo-silo data.
Pada praktiknya, Infobip menekankan tingkat kesiapan para perusahaan masih terbatas. Infobip menemukan hanya sebagian kecil dari proyek-proyek agen AI di level enterprise yang berhasil masuk ke tahap produksi, terutama karena data yang tidak terstruktur dan hambatan internal. Infobip menegaskan AgentOS menjawab tantangan ini dengan memungkinkan implementasi AI yang aman dan terukur, serta bisa dioperasionalkan secara luas di seluruh perusahaan.
“AgentOS merupakan lapisan kontrol di mana agen-agen AI, data, kanal komunikasi, dan intent pelanggan terintegrasi untuk menentukan langkah selanjutnya dalam setiap interaksi. Platform ini memanfaatkan fondasi omnichannel Infobip, sehingga agen-agen AI dapat beroperasi secara otonom di berbagai kanal seperti SMS, RCS, e-mail, WhatsApp, suara, dan lainnya, serta beradaptasi secara real-time untuk mengoptimalkan konten, kanal, dan waktu pengiriman berdasarkan konteks pelanggan. Dengan lebih dari 15 kanal yang terintegrasi secara native, Infobip berada pada posisi yang unik untuk menghadirkan agentic AI dalam skala besar,” sebut Krešo Žmak (Chief Innovation Officer at Infobip).

Infobip memaparkan AgentOS menggabungkan Conversational Customer Data Platform milik Infobip dengan orkestrasi perjalanan pelanggan secara real-time untuk menghadirkan keterlibatan kontekstual, baik satu arah maupun dua arah, di seluruh kanal yang terintegrasi secara native. Platform ini menyatukan fungsi pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan dalam satu platform AI-native, sehingga seluruh titik interaksi pelanggan terhubung dalam satu perjalanan yang utuh.
Namun, Infobip memastikan menggunakan model human-in-the-loop dan menegaskan hal tersebut sebagai keunggulan utamanya. Infobip mengungkapkan pada model human-in-the-loop, AI berperan dalam mengelola skala dan efisiensi, sedangkan manusia bisa dilibatkan untuk menangani kasus-kasus yang lebih kompleks sekaligus terus melatih dan menyempurnakan kinerja agen-agen AI.
Dengan AgentOS, Infobip mengeklaim para perusahaan bisa mengurangi penggunaan berbagai alat yang terpisah, mempercepat eksekusi, serta mencapai peningkatan yang terukur pada tingkat konversi, kepuasan pelanggan, dan nilai pelanggan jangka panjang (customer lifetime value). Lagi pula AgentOS disebutkan dilengkapi fitur keamanan dan kepatuhan,, sehingga setiap interaksi yang terjadi bisa tetap aman dan terpercaya. Hal ini memberi para perusahaan kepercayaan diri untuk melakukan otomatisasi tanpa kehilangan kendali.
Infobip pun menambahkan telah mengintegrasikan server MCP (Model Context Protocol) ke dalam platformnya untuk membekali agen-agen AI dengan kemampuan interaksi universal dengan berbagai sistem eksternal. Berkat kehadiran bahasa universal yang membolehkan agen-agen AI berinteraksi dengan sistem pihak ketiga, agen-agen AI dimungkinkan melakukan berbagai tugas nyata, seperti memesan tiket pesawat serta mengaktifkan autentikasi dua faktor.
Selain itu, komponen modular pada platform ini, seperti open API dan antarmuka pengguna yang intuitif, dikemukakan Infobip memungkinkan implementasi AgentOS untuk berlangsung dengan cepat, baik melalui integrasi dengan sistem lama suatu perusahaan maupun berdiri menjadi sistem yang mandiri. Infobip AgentOS sendiri sudah tersedia mulai 1 April lalu.
