Georg Neumann belum lama ini mengungkapkan sejumlah rekayasawan dan produser peraih Grammy menggunakan studio monitor Neumann seri KH. Mereka diklaim menggunakan Neumann seri KH antara lain dalam memproduksi audio yang immersive. Neumann menjelaskan dalam dunia produksi audio immersive, mulai dari produksi musik pop papan atas sampai soundtrack orkestra megah, akurasi dan konsistensi adalah hal yang tidak bisa ditawar. Neumann memastikan studio monitor seri KH-nya memberikan hal tersebut.
Neumann pun menegaskan para pemenang Grammy untuk kategori Best Immersive Audio Album; para rekayasawan George Massenburg, Michael Romanowski, Eric Schilling, serta produser Herbert Waltl; mengandalkan satu kesamaan teknis: menggunakan studio monitor Neumann. Mereka menggunakan Neumann seri KH yang dimaksud. Bersama-sama, keempatnya telah membawa pulang banyak kemenangan dalam kategori Best Immersive Audio Album selama 4 tahun terakhir.
Seperti telah disebutkan, sejumlah rekayasawan dan produser peraih Grammy menggunakan Neumann seri KH dalam memproduksi audio yang immersive, mulai dari musik sampai soundtrack. Neumann menyebutkan mereka menggunakan studio monitor seri bersangkutan untuk melakukan remix pada katalog ikonik Alicia Keys, membentuk skor megah God of War: Ragnarök, hingga memproduksi album lintas genre Divine Tides karya Stewart Copeland dan Ricky Kej.
Neumann menambahkan sebagian besar album ini diproduksi di dalam studio immersive mediaHYPERIUM di California, Amerika Serikat. Dengan Neumann seri KH pada studio yang dimaksud, Neumann mengeklaim para rekayasawan dan produser tersebut bisa menerjemahkan visi kreatif mereka dengan fidelitas yang luar biasa—di seluruh format, genre, dan sistem pemutaran.

mediaHYPERIUM sendiri diuraikan Neumann didirikan pada tahun 2020 oleh produser multi-platinum yang tiga kali memenangkan Grammy, Herbert Waltl, bersama dengan rekayasawan Eric Schilling. Waltl pernah meraih Grammy untuk kategori Album of the Year dan Best Surround Sound Album, keduanya untuk album Genius Loves Company milik Ray Charles, serta Best Immersive Audio Album untuk Divine Tides, di samping beberapa nominasi lainnya.
Menjabat pula sebagai Chief Engineer di mediaHYPERIUM, Eric Schilling merupakan mixer musik siaran Grammy dan rekayasawan yang delapan kali meraih Grammy. Schilling pun telah memenangkan Best Immersive Audio Album untuk The Diary Of Alicia Keys dari Alicia Keys, Divine Tides, serta karya lainnya.
“Semua yang kami kerjakan di sini selama beberapa tahun terakhir melalui proses mixing menggunakan speaker Neumann,” kata Schilling mengenai kolaborasinya dengan Waltl. “Kami menggunakan KH 420, 310, 120, dan beserta subwoofer-nya. Ruangan ini diatur menyesuaikan speaker tersebut, sehingga suaranya terdengar sangat akurat—saya tidak pernah merasa kecewa saat mendengar hasil mixing di luar ruangan ini.”
“Suaranya tidak pecah saat diputar pada volume tinggi—kualitas musikalitasnya tetap terjaga. Hal seperti ini jarang ditemui,” tegasnya lagi.
Audio Immersive
Neumann menjelaskan ruang mediaHYPERIUM dilengkapi dengan tujuh speaker utama KH 420 tri-amplified dan subwoofer ganda KH 870, serta didukung KH 310 dan KH 120 yang ditempatkan pada posisi atas dan lantai. Tata letak hibrida ini memungkinkan studio untuk beralih dengan mulus antara format audio immersive.

Sementara itu, kolaborator Waltl dan Schilling yang sering terlibat, Michael Romanowski, melengkapi lingkungan mastering dan mixing pribadinya dengan Neumann KH 310 dan Neumann KH 120. Romanowski mengatakan Neumann KH 310 dan Neumann KH 120 mampu menghasilkan audio immersive.
Neumann mengungkapkan Romanowski memimpin Coast Mastering di Berkeley sebagai Chief Mastering Engineer dan merupakan salah satu rekayasawan mastering audio immersive pertama di dunia. Romanowski telah memenangkan Grammy kategori Best Immersive Audio Album untuk The Diary Of Alicia Keys, Soundtrack of the American Soldier karya The United States Army Field Band And Soldiers’ Chorus, serta beberapa kemenangan dan nominasi lainnya.
“Saya suka bagaimana suara yang dihasilkan terdengar natural dan akurat. Suara terdengar apa adanya,” ujar Romanowski. “Itulah yang membuat perangkat ini terbaik untuk audio immersive. Beberapa monitor terdengar terlalu tajam—seperti terlalu keras. Tidak dengan Neumann. Mereka halus, akurat, dan tidak pernah melelahkan telinga. Mereka sangat jujur—itulah yang Anda butuhkan.”
Bagi kolaborator setia George Massenburg, Neumann menyebutkan audio immersive bukan hanya soal akurasi teknis, melainkan juga tentang emosi. Studio monitor Neumann ditegaskan bisa memberikan hal tersebut.

Neumann menambahkan Massenburg dikenal secara global sebagai produser, rekayasawan, perancang peralatan, serta studio audio. Ia adalah pendiri Massenburg DesignWorks dan George Massenburg Labs, serta peraih Grammy untuk kategori Technical Achievement. Karya studionya memberinya pengakuan internasional dan enam piala Grammy, beserta sejumlah nominasi dan penghargaan lainnya. Ia juga memenangkan Grammy untuk album The Diary Of Alicia Keys, Mountain Soul II dari Patty Loveless, dan sejumlah karya lain.
“Anda butuh transparansi untuk menyentuh hati pendengar,” sebut Massenburg. “Monitoring harus terasa musikal, tidak sekadar analitis. Monitor Neumann membantu kami untuk tetap mengutamakan pendengar, guna membangun sebuah cerita dalam tiga dimensi.”
Waltl, Schilling, Romanowski, dan Massenburg mengembangkan pula alur kerja kolaboratif yang mulus—meninjau berkas ADM, membuat referensi antarsistem, dan terus menyempurnakan mixing agar bisa diterjemahkan dengan akurat. Konsistensi Neumann di berbagai ukuran dan format terbukti sangat penting. Hasil mixing dari tempat Massenburg misalnya ketika dibawa ke mediaHYPERIUM, karakter suaranya ditegaskan tetap terjaga.
“Kami bisa mempercayai apa yang kami dengar. Ketika saya membawa hasil mixing dari tempat saya ke ruangan Eric dan Herbert di mediaHYPERIUM, karakter suaranya tetap terjaga,” pungkas Massenburg.
