Teknologi-teknologi digital, seperti halnya AI (artificial intelligence) yang kini populer, bisa membantu para UMKM di Indonesia meningkatkan bisnis. Pada Jejak Jajanan Nusantara 2026 yang berlangsung dari 6 sampai 8 Maret 2026 di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta; MWX hadir dengan Klinik UMKM yang bisa mendorong literasi AI para UMKM yang menjadi peserta Jejak Jajanan Nusantara 2026 maupun para pengunjung. Mereka bisa berkonsultasi bagaimana AI, utamanya aneka peranti lunak AI MWX, bisa membantu bisnis.
“Prinsipnya kami ingin membantu UMKM agar mereka itu bisa mengakses pasar yang lebih inklusif. Mereka pe, kita pengen mereka itu lebih berdaya dengan aplikasi-aplikasi AI ya, sehingga keterampilan mereka itu meningkat dan kesempatan mereka untuk mengakses pasar yang lebih ramah, yang lebih, apa namanya, inklusif tadi itu bisa tercapai gitu loh. Karena kan kita menyadari kalau di pasar Indonesia itu juga nggak cukup. Pada nantinya itu kita juga pengen, cita-citanya itu, UMKM itu bisa naik kelas. Syukur-syukur bisa ke pasar global juga. Nah, apa kuncinya? AI. Kuncinya AI, itu alat penentu mereka bisa mengakselerasi itu semua,” jelas Kreshna Manggala Putra (Learning & Development Lead MWX Indonesia).
“Nah, targetnya, memang harus diakui kita, apa namanya, apa namanya, meningkatkan adopsi ya. Kita ingin meningkatkan adopsi. Jadi, kita berharap UMKM itu bisa terbangun kesadarannya akan pentingnya AI untuk menunjang bisnis mereka,” lanjutnya. “Memang harus diakui tantangannya adalah literasi digital. Mereka keterbatasan akses pengetahuan ya, teknologi, dan juga keterampilan. … kami di sini hadir untuk melengkapi gap itu ya, dengan kita mencoba membangun pelatihan-pelatihannya, kita melakukan pendampingan ya, dan kita langsung mengajarkan dalam bentuk workshop maupun bimbingan teknis.”

Jejak Jajanan Nusantara sendiri merupakan festival kuliner tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenko PM (Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat) Republik Indonesia, tidak sekadar sebagai ajang promosi kuliner, melainkan juga sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi dan peningkatan kapasitas para pelaku UMKM. Jejak Jajanan Nusantara 2026 diklaim Kemenko PM menjadi ruang apresiasi sekaligus pemberdayaan bagi para pelaku UMKM yang menjual jajanan tradisional Indonesia serta para pelaku UMKM yang menawarkan wastra dan fesyen nusantara maupun produk lain.
“Saya ucapkan selamat kepada teman-teman panitia yang menggelar Jejak Jajanan Nusantara yang kedua, yang biasanya dilaksanakan di kantor Kemenko, hari ini mencari tempat yang lebih luas, GBK ini, tentu saya sangat bangga, bersyukur, dan terima kasih. Jejak Jajanan Nusantara yang selama ini menjadi piloting dari model kerja sama melibatkan berbagai pihak yang tentu sinergi untuk saling menopang dan membangkitkan usaha kecil dan menengah,” ujar Abdul Muhaimin Iskandar (Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia).
“Pemberdayaan sebagai bagian dari paradigma cara kerja baru pemerintahan menuntut apa yang disebut sebagai dorongan untuk naik kelas, supaya kelas menengah naik kelas, kelas UMKM itu menjadi naik kelas menjadi menengah dan seterusnya,” sebutnya lebih lanjut sesaat sebelum membuka Jejak Jajanan Nusantara 2026 yang bertema Ramadan Berdaya (Rayakan Rasa, Berdayakan Negeri).
MWX: AI untuk UMKM
Adapun MWX, MWX menjelaskan dirinya sebagai lokapasar AI terdesentralisasi pertama di dunia untuk UMKM. MWX mengeklaim memberikan akses kepada lebih dari 400 juta UMKM di dunia ke berbagai perkakas AI yang plug-and-play, terjangkau, dan tidak memerlukan pengetahuan teknis. Didukung oleh teknologi AI teruji dari MediaWave, MWX mengintegrasikan sejumlah autonomous AI agent dengan sistem-sistem pembayaran Web3 untuk transparansi, aneka insentif token, dan berbagai hadiah staking.
