NTT DATA baru saja menyampaikan melalui rilis enam tren arah perubahan teknologi yang merupakan temuan pada NTT DATA Technology Foresight Report 2026. NTT DATA menyebutkan teknologi telah bertransformasi memasuki era kecerdasaan massal dan para perusahaan di Indonesia perlu menyiapkan strategi menghadapinya. Keenam tren arah perubahan teknologi tersebut diklaim bisa menjadi masukan bagi para perusahaan di tanah air akan hal yang dimaksud dan membantu mendorong pertumbuhan bisnis mereka.
NTT DATA Technology Foresight Report 2026 sendiri, NTT DATA menjelaskan laporan ini mengulas bagaimana para perusahaan memanfaatkan teknologi digital, AI (artificial intelligence), dan berbagai teknologi canggih lainnya untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus mengidentifikasi tren masa depan. NTT DATA menambahkan keenam tren arah perubahan teknologi yang diidentifikasi adalah dengan tetap mempertimbangkan keterkaitan antara teknologi, bisnis, dan masyarakat.
Adapun era kecerdasaan massal, NTT DATA mengatakan pada era ini setiap sistem, proses, dan produk makin mampu belajar, beradaptasi, dan bertindak secara otonom, serta saat AI bisa diakses oleh miliaran orang. NTT DATA mengungkapkan era kecerdasaan massal menggeser fokus dari sekadar percepatan menuju dampak yang lebih bermakna.

Berikut ini adalah keenam tren arah perubahan teknologi pada NTT DATA Technology Foresight Report 2026 yang diungkapkan NTT DATA, seperti yang dikutip dari rilis. NTT DATA pun menekankan NTT DATA Technology Foresight Report 2026, serupa edisi-edisi sebelumnya, memegang peran penting dalam strategi inovasi NTT DATA: mengarahkan pengembangan bisnis baru sekaligus mendorong perubahan sosial.
- Otonomi yang dipimpin manusia. Otonomi memasuki babak baru, sistem cerdas mampu beroperasi dalam skala besar dengan kecepatan tinggi, tetapi tetap berada di bawah arahan manusia agar keputusan yang dihasilkan tetap transparan serta selaras dengan tujuan suatu perusahaan ataupun kepentingan masyarakat luas.
- Sistem cerdas yang memahami emosi. Sistem yang mampu merespons emosi mulai menjadi bagian dari infrastruktur sosial. Teknologi ini membantu membangun kepercayaan, meningkatkan keterlibatan, dan mendorong interaksi yang lebih etis dengan menghadirkan sentuhan manusiawi pada data, sekaligus memungkinkan empati manusia dan AI berkembang bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat.
- Kecerdasan yang bisa diandalkan. Keamanan siber kini berkembang menjadi sistem kecerdasan adaptif yang mampu belajar dan menyesuaikan diri menghadapi ancaman siber yang makin kompleks, sekaligus menjaga kepercayaan dalam ekosistem digital yang makin terhubung. Seiring meningkatnya kemandirian sistem AI, keamanan siber juga diperluas untuk melindungi integritas, transparansi, dan perilaku etisnya.
- Infrastruktur cerdas. Infrastruktur menjadi fondasi aktif bagi inovasi dengan memanfaatkan kecerdasan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kinerja, mengantisipasi kebutuhan serta menyeimbangkan kelincahan operasional, biaya, kontrol, dan keberlanjutan secara real-time. Infrastruktur ini terintegrasi secara mulus di seluruh lingkungan hibrida, mulai dari perangkat, edge, sampai cloud untuk mengelola beban kerja di lokasi yang memberikan nilai dan efisiensi terbesar.
- Ekosistem semikonduktor berdaulat. Inovasi semikonduktor menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian teknologi. Berbagai negara membangun ekosistem industri cip secara menyeluruh untuk mengamankan rantai pasok, melindungi kekayaan intelektual, serta mempertahankan daya saing komputasi. Penguasaan teknologi silikon juga mendorong transformasi digital sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi, keberlanjutan, dan inovasi global.
- Dari efisiensi semu menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Pertumbuhan pada masa depan tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi semata, tetapi pada pendekatan yang lebih berkelanjutan. Teknologi memungkinkan suatu perusahaan berkembang secara bertanggung jawab dalam batas daya dukung planet sekaligus memperkuat ketahanan dan kredibilitas jangka panjang.
“Ketika sistem yang mampu memahami emosi, komputasi berdaulat, dan infrastruktur terpercaya saling terhubung, teknologi dapat berkembang menjadi mitra strategis yang memperkuat ketahanan sekaligus meneguhkan nilai-nilai yang akan membentuk masa depan bersama,” pungkas Oliver Koeth (Managing Director Technology & Innovation DACH (Jerman, Austria, dan Swiss), NTT DATA).
