VIDA Perluas Layanan ke Pasar Global, Kini Hadir di AWS Marketplace

VIDA baru-baru ini menyampaikan via rilis bahwa dirinya memperluas layanan ke pasar global dengan hadir di AWS Marketplace. Hadir di lokapasar AWS (Amazon Web Services), VIDA menyebutkan hal ini memudahkan para organisasi dari berbagai belahan dunia yang telah memiliki akun AWS untuk mengakses dan menggunakan solusi VIDA, mulai dari verifikasi identitas, autentikasi, sampai tanda tangan digital secara lebih praktis dan terintegrasi.

“Pencapaian ini mencerminkan komitmen VIDA untuk membawa kapabilitas spesialis kami ke panggung global, selaras dengan standar keamanan internasional, sekaligus memperkuat fokus kami dalam membangun ekosistem identitas digital yang tepercaya bagi bisnis berskala besar,” ujar Niki Luhur (Founder dan Group CEO VIDA).

VIDA menambahkan bahwa ketersediaan VIDA di AWS Marketplace juga menyederhanakan cara para organisasi membangun dan mengamankan infrastruktur identitas digital mereka. VIDA menjelaskan para pelanggan bisa memanfaatkan alokasi belanja AWS yang sudah disepakati sebelumnya, dengan proses penagihan yang terintegrasi dalam satu sistem. Proses pengadaan menjadi lebih sederhana, layanan autentikasi VIDA bisa langsung diaktifkan, dan urusan administrasi pun jadi lebih ringan. Adapun nama dari peranti lunak VIDA di AWS Marketplace adalah VIDA Deepfake Shield (Liveness Mobile SDK).

“Kehadiran VIDA di AWS Marketplace memungkinkan perusahaan di seluruh dunia mengadopsi layanan identitas digital terverifikasi dengan lebih cepat sekaligus memanfaatkan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur AWS,” tambah Niki.

VIDA menegaskan bahwa di tengah pesatnya adopsi digital lintas industri; kebutuhan akan sistem verifikasi identitas yang aman, andal, dan scalable kian meningkat. VIDA mengeklaim layanannya dirancang untuk memperkuat kepastian identitas para pengguna sekaligus mendeteksi aneka potensi penipuan berbasis AI (artificial intelligence) sejak tahap awal. VIDA menambahkan pula bahwa seluruh kapabilitas bersangkutan dibangun untuk memenuhi standar regulasi dan kepatuhan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna, kecepatan implementasi, proses transformasi digital, maupun efisiensi operasional bisnis.

VIDA pun menekankan bahwa VIDA saat ini memproses kurang lebih 2,5 juta data biometrik berupa foto wajah dengan memanfaatkan teknologi liveness. Hal tersebut diklaim antara lain untuk membantu mencegah penggunaan identitas-identitas sintetis, hasil manipulasi menggunakan teknologi deepfake, untuk membuat akun-akun palsu.