Salesforce awal bulan ini di Jakarta menyampaikan bahwa Agentforce kini sudah mulai mendukung Bahasa Indonesia. Salesforce Agentforce dengan para autonomous AI (artificial intelligence) agent-nya bisa membantu suatu organisasi meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Berumur sekitar setahun, Salesforce terus mengembangkan Agentforce. Selain tambahan bahasa, Salesforce belum lama mengumumkan Agentforce 360, versi terkini dari agentic AI ini. Dukungan Bahasa Indonesa sendiri bisa membantu adopsinya di tanah air.
Seperti yang disampaikan di sini, Salesforce Agentforce adalah sekumpulan autonomous AI agent. Namun, Salesforce Agentforce bukan sekadar menawarkan sejumlah autonomous AI agent siap pakai, melainkan juga membolehkan suatu perusahaan maupun organisasi lainnya membangun aneka autonomous AI agent-nya sendiri dengan mudah. Salesforce menilai pemakaian AI ala copilot kurang efektif dan meyakini Agentforce adalah bagaimana seharusnya AI dipakai membantu para perusahaan maupun organisasi lainnya.
Sebagai sekumpulan autonomous AI agent, Salesforce menyatakan Agentforce bisa mengambil data yang tepat sesuai kebutuhan setiap tugas, membangun rencana-rencana aksi untuk masing-masing tugas, mengevaluasi rencana-rencana tersebut, melakukan penyempurnaan bila perlu, dan mengeksekusi mereka secara otonom tanpa intervensi manusia sesuai tujuan-tujuan yang diinginkan. Salesforce Agentforce bisa pula belajar dari hasil-hasil eksekusi dan melakukan adaptasi dus menjadi lebih baik. Salesforce Agentforce adalah agentic AI.
Bisa dikatakan, agen-agen dari Salesforce Agentforce merupakan tenaga kerja digital. Dengannya, para organisasi bisa meningkatkan kinerja, seperti efisiensi dan produktivitas. Salesforce Agentforce misalnya bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berulang dan membosankan dengan lebih mumpuni, serta sejalan dengan itu, membebaskan tenaga kerja manusia mengerjakan berbagai pekerjaan lain yang lebih bernilai.
“Bisa dibilang bahwa 91% kon, eksekutif di Indonesia mengatakan bahwa agentic AI itu adalah suatu hal yang harus mereka adopsi kalau mereka ingin berkompetisi. Karena ekspektasi pelanggan itu selalu naik setiap saat, kita semua sudah tahu itu semua, dan dengan adanya AI agents yang bekerja untuk mereka, mereka bisa bekerja setiap saat,” kata Andreas Diantoro (Presiden Direktur Salesforce Indonesia).
“Tidak perlu ada hari libur. Tidak perlu ada tanggalan merah, Lebaran maupun non-Lebaran, kebanyakan perusahaan-perusahaan tersebut justru demand-nya naik, ya, dan ini adalah salah satu bagaimana agentic AI bisa membantu usaha kecil dan menengah dengan menggunakan teknologi, yang pintar, yang bisa take action, bekerja sama dengan manusia untuk berkompetisi di Indonesia,” sambung Andreas.
Pada tahap awal, Salesforce Agentforce mendukung Bahasa Indonesia pada Agentforce Service dan Employee Agent. Agentforce Service pada Salesforce Agentforce adalah untuk layanan pelanggan, sedangkan Employee Agent adalah untuk karyawan. Ke depannya sewajarnya dukungan Bahasa Indonesia pada Salesforce Agentforce akan bertambah.
Sebelum mulai hadirnya dukungan Bahasa Indonesia, organisasi-organisasi di Indonesia yang ingin mengadopsi Salesforce Agentforce sewajarnya mempertimbangkan apakah para pengguna agentic AI ini nantinya bisa memanfaatkan Salesforce Agentforce dengan optimal. Para pengguna yang dimaksud di sini mencakup para karyawan dan sejenisnya yang menerapkan agen-agen Salesforce Agentforce maupun para konsumen internal dan eksternal yang memakainya.
Seperti yang dicontohkan di sini, salah satu penggunan Salesforce Agentforce oleh sebuah organisasi seperti perusahaan adalah pada layanan pelanggan. Di Indonesia tentunya tidak semua konsumen mahir ataupun nyaman memakai bahasa non-Indonesia, seperti Inggris, saat memanfaatkan layanan pelanggan. Layanan pelanggan di Indonesia perlu mendukung Bahasa Indonesia agar optimal.
Dengan hadirnya dukungan Bahasa Indonesia pada Agentforce Service dari Salesforce Agentforce, suatu bisnis di tanah air yang ingin mengadopsi Salesforce Agentforce pada layanan pelanggan kini tidak perlu lagi mempertimbangkan mengenai kendala bahasa. Salesforce Agentforce pada layanan pelanggan tersebut kini bisa mendukung Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sehingga bisa dibilang kompatibel dengan seluruh konsumen di tanah air dus optimal.
