Coding Camp 2025 powered by DBS Foundation Bentuk 60.000 Talenta Digital Baru

Perihal lebih inklusif ini antara lain hadir melalui modul tertulis serta fasilitas closed caption yang tersedia dalam berbagai modul pada Coding Camp powered by DBS Foundation. Salah satu lulusan Coding Camp powered by DBS Foundation yang merupakan seorang tuna rungu adalah Valentio Stanley Gunadi. Merupakan mahasiswa Universitas Bina Nusantara, dia berharap menjadi seorang pengembang TI yang bermanfaat di dunia profesional.

Dorong Dampak Lebih Luas

Memasuki tahun ketiga dan untuk mendorong dampak program yang lebih luas, Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation mentransformasi Coding Camp powered by DBS Foundation. Coding Camp 2025 powered by DBS Foundation bertransformasi menjadi pelatihan intensif berdurasi 833 jam untuk siswa SMK dan 928 jam untuk mahasiswa.

Melalui seleksi ketat dari 63.000+ pendaftar, terpilih 2.400 peserta dari kalangan mahasiswa dan 600 peserta dari kalangan siswa SMK yang berasal dari 575 sekolah dan kampus seluruh Indonesia. Sebanyak 32 persen di antaranya adalah perempuan, 93 persen dari kota kecil menengah, dan 625 orang berasal dari latar belakang ekonomi prasejahtera.

Dengan mengikuti Coding Camp powered by DBS Foundation, para peserta memiliki bekal aneka tech skill, soft skill, serta bahasa Inggris yang multidisiplin, mendalam, dan terkini sesuai dengan yang mereka perlukan untuk memulai karier pertama sebagai seorang full-stack developer ataupun AI (artificial intelligence)/ML (machine-learning) engineer. Program kali ini melibatkan pula para karyawan Bank DBS Indonesia untuk mengajar mengenai literasi finansial serta kelas soft skill. Sebanyak 103 karyawan telah berkontribusi mengajar selama 2.852 jam.

Pada akhir masa pelatihan, para peserta juga telah melahirkan 482 karya digital yang bertujuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Inilah pembelajaran berbasis proyek bernama “capstone project” yang mengharuskan siswa untuk berkelompok dan mempraktikkan apa yang mereka telah pelajari dengan membuat sebuah portofolio aplikasi yang siap digunakan.

Salah satu karya capstone terbaik adalah Isyara. Menjadi satu dari enam yang dipamerkan pada acara kelulusan, Isyara merupakan situs web pembelajaran yang ingin mempopulerkan bahasa isyarat di Indonesia dengan cara menyenangkan, sehingga bisa menjadi bahasa universal yang dipahami semua kalangan. Isyara digawangi enam mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Negeri Jember, dan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.

“Sebagai sebuah lembaga edukasi teknologi, Dicoding bangga telah dipercaya oleh DBS Foundation untuk menyelenggarakan dan menyediakan kurikulum untuk program ini sejak 2023. Visi DBS Foundation selaras dengan visi kami yang ingin memberikan pelatihan teknologi guna mentransformasi kehidupan. Faktanya, Coding Camp powered by DBS Foundation telah memeratakan kesempatan belajar bagi para peserta terpilih di program intensif, yakni mahasiswa dari 375 kampus dan siswa dari 200 SMK; juga 57.000 lainnya yang mendapatkan pelatihan dasar,” pungkas Narenda Wicaksono (CEO Dicoding).